SULAWESI SELATAN — Keputusan ini diumumkan Jumat lalu oleh Tesla dan delapan produsen mobil lainnya, menjadikannya penarikan massal terbesar yang pernah tercatat di China. Regulator setempat memerintahkan perbaikan menyeluruh setelah ditemukan risiko serius: penumpang bisa terjebak di dalam kabin saat mobil kehilangan daya listrik setelah tabrakan.
Michael Brooks, direktur eksekutif Center for Auto Safety, menegaskan bahaya utama ada pada desain gagang yang tidak menyediakan opsi pembuka manual yang jelas. "Kalau produsen tidak menyediakan opsi pembuka manual yang jelas, penumpang bisa kesulitan kabur saat mobil kehilangan daya listrik," ujarnya.
Gagang Rata dengan Bodi: Desain Minimalis yang Jadi Masalah
Gagang pintu model ini memang sempat jadi kebanggaan industri. Rata dengan bodi, minim tonjolan, dan diklaim mengurangi hambatan angin. Sistem kerjanya elektronik penuh: saat pengendara mendekat, gagang akan keluar otomatis. Tesla adalah yang mempopulerkan desain ini, dan produsen China ramai-ramai meniru.
Masalahnya, ketika listrik padam, mekanisme otomatis itu ikut mati. Penumpang yang panik saat kecelakaan bisa kesulitan membuka pintu dari dalam. Ini bukan soal kenyamanan, tapi keselamatan jiwa.
Rincian Recall: Tesla Terbesar, Xiaomi hingga Geely Menyusul
Angka penarikan paling besar jatuh ke Tesla. Total 2,98 juta unit terdampak, mencakup Model 3, Model Y, Model S, dan Model X—baik unit impor maupun produksi lokal China. Recall efektif mulai 25 September.
Produsen lain juga terkena imbasnya:
- Xiaomi: sekitar 390.000 unit
- Leapmotor: 371.000 unit
- Xpeng: 264.000 unit
- Geely: mencatat recall terbesar sepanjang sejarah perusahaan, meski angka pastinya tidak dirinci dalam laporan ke regulator
Solusi: Label Peringatan hingga Update OTA
Cara penanganan tiap pabrikan berbeda-beda. Sebagian cukup menempelkan label peringatan di area pintu. Sebagian lain memilih pembaruan perangkat lunak jarak jauh (OTA).
Tesla mengambil jalur kombinasi: memasang label peringatan sekaligus mengirim update OTA yang membuat kaca jendela otomatis turun begitu sensor mendeteksi tabrakan. Langkah ini memberi jalur keluar alternatif bagi penumpang meski pintu tidak bisa dibuka secara elektronik.
Yang Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil di Indonesia
Recall ini belum menyentuh pasar Indonesia, dan belum ada informasi resmi dari agen pemegang merek di dalam negeri. Namun pemilik Tesla atau mobil China dengan desain gagang serupa sebaiknya memahami cara membuka pintu secara manual—biasanya ada tuas tersembunyi di dekat jendela—sebelum benar-benar membutuhkannya saat darurat.
Ini juga jadi pelajaran penting: fitur yang terlihat canggih dan minimalis belum tentu lebih aman. Mekanisme manual yang sederhana dan mudah dijangkau tetap jadi standar keselamatan yang tidak bisa digantikan kecanggihan elektronik.