Pencarian

Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:38:01 WIB
Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok, Warga Diminta Tetap Tenang
Ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan terdampar di Pantai Pink, Lombok, pada Selasa pagi.

SULAWESI SELATAN — Penemuan ikan oarfish atau yang dikenal sebagai ikan 'kiamat' ini terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Ikan dengan bentuk pipih memanjang seperti pedang samurai itu pertama kali dilihat oleh sekelompok pengunjung yang datang dari Lombok Tengah untuk berkemah di Pantai Pink sejak Senin malam. Sontak, kemunculan hewan laut dalam yang langka ini langsung menarik perhatian semua orang yang berada di lokasi.

Bukan Warga Lokal yang Menemukan, Begini Kronologinya

Sahlan, Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemu ikan raksasa ini bukanlah warga sekitar, melainkan para wisatawan yang sedang berkemah. "Tadi pagi penemuannya. Yang menemukan bukan warga kami, tetapi warga luar yang datang untuk berkemah dari tadi malam, pengunjunglah begitu," terang Sahlan.

Menurut pengakuannya, ini adalah kali pertama ia melihat langsung ikan dengan bentuk yang tidak lazim. Penasaran dengan wujudnya yang aneh, ia sempat menelusuri informasi di internet sebelum akhirnya menyadari bahwa hewan tersebut adalah ikan oarfish. Setelah didokumentasikan, ikan tersebut kemudian dibawa pulang oleh orang yang pertama kali menemukannya.

Mengapa Ikan Ini Disebut Ikan 'Kiamat'?

Dalam budaya masyarakat Jepang, ikan oarfish memang dipercaya sebagai pertanda akan datangnya bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Mitos ini muncul karena ikan yang biasanya hidup di kedalaman laut ini kerap naik ke permukaan atau terdampar sesaat sebelum gempa besar terjadi, seperti kasus gempa Fukushima 2011. Meski belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai korelasi ini, anggapan tersebut tetap melekat di masyarakat.

Kepercayaan inilah yang kemudian membuat video penemuan ikan oarfish di Pantai Pink Lombok menjadi viral dan memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen. Banyak yang mengaitkan temuan ini dengan potensi bencana alam di wilayah Indonesia, mengingat kondisi geologis NTB yang berada di jalur cincin api.

Kondisi Warga Sekitar Pesisir Tetap Kondusif

Di tengah ramainya pemberitaan dan spekulasi yang beredar, Sahlan memastikan bahwa kondisi masyarakat di sekitar pesisir Pantai Pink tetap aman dan tenang. Ia menegaskan tidak ada kepanikan yang terjadi di kalangan warga akibat temuan ini. "Meskipun sedang viral dan dibilang macam-macam, insyaallah nggak ada warga kami yang panik. Kondisi masyarakat di sini tenang-tenang saja," katanya.

Pernyataan ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran publik, terutama para calon wisatawan yang berencana mengunjungi Pantai Pink. Keindahan pasirnya yang berwarna merah muda, yang berasal dari pecahan karang merah (Foraminifera), tetap menjadi daya tarik utama yang sayang untuk dilewatkan.

Tips Berkunjung ke Pantai Pink Lombok

Bagi Anda yang tetap ingin menikmati keindahan Pantai Pink, tidak perlu khawatir berlebihan. Gunakan logika dan tetap waspada seperti biasa saat berwisata. Untuk mencapai lokasi, Anda bisa berkendara sekitar 1,5 hingga 2 jam dari pusat Kota Mataram menuju Desa Sekaroh, atau menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Luar. Karena lokasinya cukup terpencil, pastikan Anda membawa perlengkapan sendiri seperti air minum dan makanan ringan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi hari agar Anda bisa menikmati pantai yang masih sepi dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk berfoto. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan pantai dan tidak merusak ekosistem terumbu karang di sekitarnya.

Meski ada temuan ikan oarfish, aktivitas wisata di Pantai Pink dipastikan tetap berjalan normal. Fenomena alam seperti ini justru bisa menjadi pengingat akan kekayaan dan misteri laut Indonesia. Untuk informasi terbaru mengenai kondisi pantai, Anda dapat mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau warga sekitar sebelum berangkat. Kunjungan Anda tetap akan terbayar dengan panorama bawah laut dan pasir unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks