JAKARTA — Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tengah mencari tambahan modal, skema KUR BRI dengan plafon Rp 40 juta masih menjadi salah satu opsi pembiayaan dengan bunga rendah. Pada periode Agustus 2026, bank pelat merah ini masih menawarkan suku bunga efektif yang kompetitif, sehingga besaran cicilan per bulan bisa ditekan dengan memilih tenor yang lebih panjang.
Skema pembiayaan ini diperuntukkan bagi debitur yang memenuhi kriteria usaha produktif. Berikut rincian simulasi cicilan yang perlu diketahui calon nasabah sebelum mengajukan pinjaman.
Simulasi Cicilan KUR BRI Rp 40 Juta untuk Semua Tenor
Perhitungan angsuran di bawah ini menggunakan asumsi suku bunga KUR Mikro standar yang berlaku, yakni enam persen per tahun dengan sistem anuitas. Angka ini merupakan estimasi dan dapat berbeda tipis di lapangan tergantung kebijakan terbaru kantor cabang.
- Tenor 12 Bulan: Cicilan per bulan sekitar Rp 3,44 juta
- Tenor 24 Bulan: Cicilan per bulan sekitar Rp 1,77 juta
- Tenor 36 Bulan: Cicilan per bulan sekitar Rp 1,21 juta
- Tenor 48 Bulan: Cicilan per bulan sekitar Rp 940 ribu
- Tenor 60 Bulan: Cicilan per bulan sekitar Rp 773 ribu
Dari tabel tersebut, terlihat jelas bahwa memilih tenor 60 bulan akan meringankan beban arus kas bulanan usaha. Namun, perlu diingat bahwa total bunga yang dibayarkan selama periode kredit akan lebih besar dibandingkan tenor pendek.
Mengapa Plafon Rp 40 Juta Menjadi Pilihan Favorit UMKM?
Plafon ini berada di kategori KUR Mikro yang menyasar usaha dengan kebutuhan modal kerja hingga pembelian mesin produksi skala kecil. Dibandingkan plafon Rp 10 juta atau Rp 25 juta, nilai Rp 40 juta dinilai lebih fleksibel untuk mengembangkan usaha dagang maupun jasa di tingkat kabupaten/kota.
Proses pengajuan pun relatif mudah. Calon debitur hanya perlu menyiapkan dokumen dasar seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha. Pihak BRI juga meminta calon nasabah untuk memiliki rekening tabungan di bank tersebut sebagai syarat administrasi.
Apa yang Terjadi Jika Terlambat Membayar Angsuran?
Keterlambatan pembayaran akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku di perbankan. Selain itu, riwayat pembayaran yang buruk akan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, yang berpotensi menyulitkan pengajuan kredit di masa depan. Oleh karena itu, pastikan kemampuan bayar sudah diperhitungkan matang sebelum menandatangani perjanjian.
Bagi yang berminat, pengajuan bisa dilakukan melalui kantor BRI terdekat, agen BRILink, atau aplikasi BRImo untuk beberapa skema tertentu. Pihak bank menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan petugas account officer guna mendapatkan simulasi akurat sesuai tanggal realisasi kredit.