GOWA — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Proyek yang dibiayai skema multiyears project (MYP) ini menyasar kebutuhan layanan kesehatan warga di perbatasan Gowa dengan sejumlah kabupaten di wilayah selatan.
Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjawab persoalan klasik warga di kawasan timur dan selatan Sulsel yang selama ini kesulitan mengakses rumah sakit rujukan. Kondisi geografis yang berat kerap menjadi hambatan, terutama saat penanganan kasus darurat seperti pendarahan ibu melahirkan atau kecelakaan lalu lintas.
Anggaran Rp 161 Miliar untuk Bangun RS Tipe C Berfasilitas Kelas B
Gubernur Andi Sudirman menyebut rumah sakit ini direncanakan berstatus tipe C, namun akan diisi peralatan dan fasilitas kesehatan dengan standar lebih tinggi. "Tipenya C, tapi alat dan fasilitas kesehatan tipe kelas B, tentu yang memadai dan dokter spesialis," ujarnya di Makassar, Jumat.
Dengan spesifikasi tersebut, pemprov berharap layanan rujukan tidak lagi selalu berujung ke Makassar. "Banyak masyarakat kita nantinya tidak lagi harus dirujuk ke Kota Makassar, kemudian di tengah medan yang susah. Harapannya nanti terjangkau," jelas Andi Sudirman.
Menjangkau Pasien dari Sinjai, Bulukumba, hingga Perbatasan Gowa
RS Regional Wilayah Selatan diposisikan sebagai simpul pelayanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Gowa dengan sejumlah kabupaten di selatan Sulsel, termasuk Sinjai dan Bulukumba. "Kita groundbreaking rumah sakit regional wilayah selatan. Harapannya menjadi rumah sakit yang representatif untuk masyarakat di wilayah perbatasan, ada Sinjai, Bulukumba dan wilayah Gowa," kata gubernur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemprov memperluas akses pelayanan kesehatan yang selama ini terpusat di Kota Makassar. Wilayah regional Mamminasata dan kawasan selatan Sulsel disebut masih menghadapi tantangan besar dalam menjangkau rumah sakit rujukan.
"Salah satunya dalam kondisi pendarahan pada ibu maupun kasus kecelakaan, yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat. Karena itu, RS Regional Wilayah Selatan ini untuk memperkuat aksesibilitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan," sebut Andi Sudirman.
Target Penyelesaian Proyek 2027
Pembangunan fasilitas kesehatan ini ditargetkan rampung pada 2027. Setelah beroperasi, pemprov berharap indeks kesehatan masyarakat di kawasan selatan Sulsel meningkat signifikan.
Proyek ini menjadi salah satu komitmen Pemprov Sulsel dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, tidak hanya terpusat di Kota Makassar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan rujukan.