MAKASSAR — Tiga talenta muda madrasah asal Sulawesi Selatan siap mengukir prestasi di panggung robotika internasional. Makaila Sanika Nandafa Burhan, Muhammad Azwad Ayman Nugraha, dan Andi Muhammad Asyamnur Idham, yang merupakan siswa MTsN 1 Makassar, akan terbang ke Incheon, Korea Selatan, untuk berlaga di IYRC dan RoboCup 2026.
Keberangkatan mereka mendapat dukungan penuh dari Kanwil Kemenag Sulsel. Dalam sesi audiensi yang digelar Kamis (30/7/2026), Ali Yafid secara langsung menerima ketiga siswa tersebut di kantornya.
Pesan Kakanwil: Buktikan Siswa Madrasah Mampu Bersaing di Level Global
Ali Yafid menegaskan bahwa capaian ini merupakan pembuktian bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan nilai keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Ini adalah kebanggaan bagi Sulawesi Selatan sekaligus bagi Kementerian Agama. Kalian membawa nama Indonesia di hadapan dunia. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, jaga akhlak, dan buktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di level internasional," pesannya.
Jadwal Keberangkatan dan Agenda Kompetisi di Incheon
Berdasarkan jadwal yang dihimpun, rombongan akan bertolak ke Jakarta pada 1 Agustus 2026 sebelum melanjutkan penerbangan ke Incheon pada 4 Agustus 2026. Selama kurang lebih satu pekan, mereka akan mengikuti rangkaian kompetisi IYRC dan RoboCup 2026 yang mempertemukan peserta muda dari berbagai negara.
Kolaborasi Madrasah, Guru, dan Orang Tua Jadi Kunci Sukses
Ali Yafid menilai prestasi ini lahir dari ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah, guru pembimbing, orang tua, dan semangat belajar para siswa menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, menyebut keberangkatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah di Sulawesi Selatan untuk semakin mengembangkan budaya riset, inovasi, dan teknologi di lingkungan pendidikan.
Keikutsertaan tiga siswa MTsN 1 Makassar ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan berbasis keagamaan mampu beradaptasi dengan perkembangan sains dan teknologi modern. Kanwil Kemenag Sulsel memberikan dukungan penuh serta doa agar mereka mampu mempersembahkan prestasi terbaik dan membawa pulang kebanggaan bagi Indonesia.