SIDRAP — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang untuk mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengelolanya secara produktif. Dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat, ia menekankan bahwa sampah plastik bisa didaur ulang dan sampah organik diolah menjadi kompos yang bernilai ekonomi.
Sampah Bukan Lagi Masalah, tapi Sumber Ekonomi Baru
Fatmawati mengatakan pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi. Ia berharap gerakan ini melibatkan pemerintah desa, tim penggerak PKK, hingga keluarga sebagai unit terkecil dalam membangun budaya hidup bersih.
"Karena itu, gerakan menanam cabai di setiap rumah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan tambahan pendapatan apabila hasil panennya berlebih," ujar mantan Wakil Wali Kota Makassar tersebut.
Cabai dan Inflasi: Mengapa Pekarangan Jadi Solusi?
Di luar soal sampah, Fatmawati juga menyoroti peran cabai sebagai pemicu utama inflasi di Sulsel. Menurut dia, harga cabai yang fluktuatif dan sensitif terhadap cuaca buruk menyebabkan pasokan berkurang, biaya transportasi meningkat, dan distribusi tidak lancar.
Ia mendorong warga menanam cabai di pekarangan rumah sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi dari tingkat rumah tangga. Langkah ini dinilai strategis karena cabai merupakan komoditas pokok yang penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Dari Dapur ke Dompet: Harapan Wagub untuk Keluarga Sidrap
Fatmawati optimistis jika setiap rumah di Sidrap memiliki tanaman cabai, kebutuhan dapur bisa terpenuhi tanpa harus bergantung pada harga pasar yang naik-turun. Kelebihan hasil panen, kata dia, bisa dijual dan menjadi tambahan pendapatan keluarga.
Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa krisis pangan dan inflasi tidak selalu harus diatasi dengan kebijakan makro. Dari pekarangan rumah, warga bisa ikut menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.