MANOKWARI — Dukungan penuh diberikan jajaran Kanwil Kemenag Sulsel kepada para duta suara yang akan berlomba di ajang nasional tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, menegaskan kehadiran mereka merupakan wujud dukungan moril dan komitmen mendampingi perjuangan peserta membawa nama daerah.
“Kementerian Agama Sulawesi Selatan mendukung penuh keikutsertaan kontingen Sulsel pada Pesparawi Nasional. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik daerah dan Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ujar Aminuddin.
Bukan Sekadar Lomba, Melainkan Ruang Perjumpaan Lintas Daerah
Menurut Aminuddin, ajang ini bukan hanya arena perlombaan seni suara gerejawi. Pesparawi menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat sekaligus memperkokoh nilai toleransi di tengah keberagaman bangsa.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan memberikan pengalaman spiritual serta kebangsaan bagi peserta dari 38 provinsi. Semangat ini sejalan dengan program Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama melalui media seni dan budaya.
Kebersamaan Lintas Institusi dan Tokoh Daerah
Dukungan terhadap kontingen Sulsel melibatkan banyak unsur. Turut mendampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulsel Hj. Saidah Ali Yafid, Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Sulsel Merpati Sampeliling, serta Kepala Kemenag Kota Makassar H. Muhammad.
Hadir pula Kepala Kemenag Kabupaten Maros H. Nur Halik, Kepala Kemenag Kabupaten Luwu Utara H. Rusydi Hasyim, dan Kepala Kemenag Kabupaten Toraja Utara Prety L. Gasong. Kebersamaan ini menunjukkan Pesparawi telah menjadi agenda bersama yang melibatkan banyak pihak.
Selain jajaran Kemenag, keberangkatan kontingen juga mendapat perhatian dari Ketua PGIW Sulselbara Pdt. Yohanis Metris dan Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr. Since Erna Lamba.
Dua Misi di Kota Injil: Prestasi dan Pesan Damai
Di Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil, para duta suara Sulsel membawa dua misi sekaligus. Pertama, mengukir prestasi di panggung nasional. Kedua, menyuarakan pesan damai, toleransi, serta persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Dukungan lintas institusi itu menjadi suntikan semangat bagi peserta yang akan berkompetisi dalam berbagai kategori lomba. Bagi Sulawesi Selatan, ajang ini bukan semata perebutan medali, melainkan momentum menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu bangsa.