SULAWESI SELATAN — Rencana perampingan ini bukan sekadar pemangkasan jumlah entitas. PLN akan melepas kepemilikan pada 21 anak usahanya dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Langkah strategis itu mencakup konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan menyeluruh pada struktur usaha perusahaan.
Dony Oskaria menegaskan, percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif. "Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).
Dengan struktur yang lebih ramping, PLN diharapkan bisa mendongkrak efisiensi operasional dan memperkokoh sistem tata kelola korporasi. Struktur bisnis yang lebih fokus dan saling terintegrasi juga menjadi target utama dari kebijakan ini.
Progres Proyek Infrastruktur Listrik Capai 40 Persen
Dalam forum yang sama, PLN turut memaparkan kemajuan realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025–2034. Dari total rencana proyek yang tertuang dalam dokumen tersebut, sebanyak 1.634 proyek atau mendekati 40 persen sudah memasuki tahap pelaksanaan lapangan.
Proyek-proyek strategis ini mencakup pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, perluasan jaringan transmisi, hingga pengadaan gardu induk. Seluruh proyek ini difungsikan untuk merespons pertumbuhan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Langkah perampingan anak usaha ini menjadi sinyal kuat bahwa PLN serius melakukan transformasi besar-besaran. Dengan hanya menyisakan 23 entitas yang lebih fokus pada bisnis inti, perusahaan berharap bisa lebih gesit dalam menghadapi tantangan industri kelistrikan ke depan.