MAKASSAR – Merayakan hari jadi yang ke-53 pada Minggu (22/2/2026), Bosowa Corporindo kembali mempertegas komitmennya terhadap dunia pendidikan. Founder Bosowa Corporindo, Aksa Mahmud, secara resmi mengumumkan rencana pembangunan sekolah internasional di Nunukan, Kalimantan Utara.
Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini terkendala akses pendidikan jenjang menengah atas (SMA), sehingga banyak siswa yang terpaksa berhenti di bangku SMP.
Memutus Kesenjangan Pendidikan di Perbatasan
Aksa Mahmud menyoroti pentingnya kehadiran sekolah berkualitas di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Menurutnya, Nunukan menjadi lokasi strategis karena banyaknya warga yang membutuhkan kelanjutan jenjang pendidikan tanpa harus keluar daerah.
“Di Nunukan ini penting untuk masyarakat kita di Kalimantan Utara. Selama ini hanya boleh sampai SMP, sehingga banyak warga kita pendidikannya hanya sampai SMP. Karena itu kita bangun SMP dan SMA internasional di sana,” tegas Aksa Mahmud dalam acara Tudang Sipulung di Makassar.
Perluasan Jejaring Pendidikan Bosowa
Dengan rencana di Nunukan, Bosowa semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pionir pendidikan swasta berbasis standar internasional di Indonesia. Berikut adalah sebaran sekolah internasional di bawah naungan Bosowa:
| Lokasi | Status | Tingkat Pendidikan |
|---|---|---|
| Makassar | Eksisting | TK - Universitas |
| Bogor | Eksisting | TK - SMA |
| Cilegon | Eksisting | TK - SMA |
| Nunukan | Rencana Pembangunan | SMP & SMA |
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Keseriusan Bosowa dalam menggarap proyek ini dibuktikan dengan pertemuan antara Aksa Mahmud dan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, di Jakarta pada pertengahan Februari lalu. Pertemuan tersebut membahas dukungan regulasi dan percepatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kaltara.
Aksa juga menekankan misi khusus untuk membangun mentalitas "petarung" bagi generasi muda, khususnya komunitas Bugis yang tersebar luas di wilayah tersebut. Pendidikan internasional dipandang sebagai kunci utama agar mereka mampu bersaing di panggung global.
“Dunia berubah sangat cepat. Kita harus mencetak generasi yang tangguh dan siap bersaing. Di mana banyak orang Bugis, kita bikin sekolah internasional di situ agar mereka menjadi petarung di era digital,” pungkasnya.