PKK Gowa Latih Kader Kecamatan hingga Desa Cegah Perkawinan Anak, Andi Tenri Indah: Nikah Itu Harus Siap, Bukan Sekadar Cepat

Penulis: Mustofa Kamal  •  Rabu, 04 November 2026 | 14:01:31 WIB
Kader PKK Kabupaten Gowa mengikuti sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan pola asuh anak di era digital.

GOWA — Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak (CEPAK) dan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) digelar Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa. Andi Tenri Indah menyampaikan ajakan tersebut dalam sambutannya di hadapan kader PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan.

Perkawinan anak disebutnya sebagai persoalan serius yang mengancam masa depan generasi muda. Ancaman itu mencakup aspek kesehatan, pendidikan, hingga kesiapan mental anak.

Kaitan Perkawinan Anak dan Stunting

Andi Tenri Indah menjelaskan, perkawinan anak dan stunting memiliki keterkaitan erat. Anak yang menikah pada usia dini berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kondisi kurang gizi maupun stunting akibat ketidaksiapan fisik dan kesehatan ibu.

Menurutnya, organ reproduksi yang belum siap dan kondisi psikologis yang masih labil menjadi pertaruhan besar. "Ketika sebuah ikatan pernikahan dipaksakan terjadi di usia anak, di mana organ reproduksi belum siap dan kondisi psikologis masih labil, maka yang kita pertaruhkan adalah masa depan anak-anak kita," ujarnya.

Pencegahan perkawinan anak dipandang sebagai langkah penting menyelamatkan generasi masa depan. Tujuannya agar anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

"Memerangi perkawinan anak sama artinya dengan menyelamatkan generasi masa depan. Karena itu, kita harus bersama-sama mengambil peran dalam mencegah praktik ini," tegas Andi Tenri Indah.

Peran Keluarga Jadi Kunci Edukasi Warga

Selain kader PKK, orang tua diminta memaksimalkan peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pendewasaan usia perkawinan menjadi pesan utama yang dibawa dalam sosialisasi ini.

"Pernikahan itu harus siap, bukan sekadar cepat. Berikan ruang bagi anak-anak kita untuk menuntaskan wajib belajar mereka dan mengejar cita-citanya," pesannya.

Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis menambahkan, penguatan pola asuh orang tua di era digital menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pencegahan. Edukasi melibatkan kader PKK hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Perkawinan anak masih menjadi perhatian bersama karena menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, psikologis, sosial, serta masa depan anak.

"Oleh karena itu, melalui Pokja I TP PKK Kabupaten Gowa, dilaksanakan kegiatan sosialisasi PAREDI dan CEPAK sebagai bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas keluarga, melindungi anak, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas," ujarnya.

Kader PKK Diminta Jadi Perpanjangan Tangan Pemerintah

Kegiatan ini juga bertujuan mendorong peningkatan peran orang tua dalam pencegahan perkawinan anak. Peran dan tugas kader PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan diperkuat untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami berharap, melalui kegiatan tersebut, para kader PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pola asuh yang tepat serta perlindungan anak dari praktik perkawinan usia dini," pungkas Suryanti.

Andi Tenri Indah menutup dengan ajakan memperkuat komitmen bersama melindungi anak dari bahaya perkawinan usia dini. Ia juga berharap tercipta lingkungan keluarga yang harmonis, aman, dan suportif.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: rakyatku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top