MAKASSAR — Andi Sudirman menyampaikan hal itu dalam keterangan di Makassar, Kamis, dengan menekankan peran Sekolah Rakyat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita.
Dari total yang direncanakan, Sulawesi Selatan kini memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi. Tujuh unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pengembangan program di provinsi ini diharapkan memperluas akses pendidikan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan akan terus mendukung pelaksanaan dan pengembangan Sekolah Rakyat melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Andi Sudirman berharap program ini melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia. Ia menyebut pendidikan anak sebagai amalan yang luar biasa.
"Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari SR," katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas inisiatif dan pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia menilai pemerintah pusat berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan kesempatan memperoleh masa depan lebih baik.
"Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045," ujarnya.
Sinergi dengan pemerintah pusat disebut menjadi kunci agar pengembangan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan berjalan sesuai target. Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung pelaksanaan program agar pemerataan pendidikan di daerah itu semakin luas.