MAKASSAR — Penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas peran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebagai mitra strategis pemerintah kota dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kolaborasi tersebut menyentuh langsung warga di dua kelurahan pesisir Makassar melalui Program Kampung Lontara.
Program Kampung Lontara menyasar tiga hal sekaligus: ketahanan pangan keluarga, penguatan UMKM, dan peningkatan keterampilan warga. Pendampingan diberikan agar masyarakat punya peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Sejumlah kegiatan pelatihan dan pendampingan berjalan di dua kelurahan tersebut. Warga dilatih membudidayakan tanaman rimpang, tanaman produktif, serta urban farming untuk menopang ketahanan pangan keluarga.
Pendampingan juga menyentuh sisi hilir usaha. Mulai dari pengolahan produk, pengemasan, penguatan merek, kewirausahaan, sampai pemasaran digital.
Hasilnya, sejumlah produk unggulan lokal mulai dikembangkan warga. Di antaranya bumbu Coto Makassar, ikan nila beku berbumbu kuning, serta tas bermotif Makassar dan Lontara.
Produk kerajinan tas dikembangkan RKE Magello, mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK). Kelompok usaha itu dibina oleh Ibu Eva.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyebut penghargaan itu sebagai apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, kemandirian masyarakat hanya tumbuh jika program pemberdayaan disesuaikan dengan potensi lokal.
"Bagi kami, pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan potensi dan kebutuhan warga. Melalui Kampung Lontara, kami mendukung masyarakat untuk mengembangkan ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah dan memasarkan produk lokal. Harapannya, upaya ini dapat membuka peluang ekonomi, memperkuat UMKM, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Lilik.
Lilik menambahkan, kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Makassar memperluas jangkauan program. Kolaborasi itu juga mendorong keterlibatan aktif warga, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam kegiatan produktif di lingkungan masing-masing.
Dukungan terhadap Kampung Lontara sejalan dengan semangat 10 Program Pokok PKK, terutama penguatan pangan keluarga, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kehidupan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini turut mendukung agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan ekonomi dari tingkat lokal.
Program juga berkontribusi pada sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Yakni SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan keluarga dan urban farming, SDG 5 Kesetaraan Gender melalui keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas UMKM.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra lokal disebut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan komitmennya melanjutkan program TJSL yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.