SULAWESI SELATAN — Aktor Bollywood Tiger Shroff menjadi sasaran penembakan di kawasan Juhu, Mumbai, pada Minggu (18/10/2026) saat dalam perjalanan pulang usai bermain sepak bola. Mobil yang ditumpanginya ditembaki orang tak dikenal, namun bintang berusia 36 tahun itu selamat tanpa luka tembak. Sopirnya mengalami luka di tangan kiri dan seorang warga di sekitar lokasi juga tertembak.
Insiden bermula di dekat Pushpa Narsee Park, Juhu, ketika Tiger hendak meninggalkan lokasi setelah bermain sepak bola. Sejumlah orang berkumpul untuk melihat sang aktor, dan di tengah kerumunan itu para pelaku yang mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan ke arah mobil Tiger sebelum melarikan diri.
Petugas kepolisian Mumbai langsung bergerak menyisir lokasi dan memeriksa rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku serta menelusuri rute pelarian mereka. Sepeda motor yang diduga dipakai dalam aksi tersebut ditemukan tak jauh dari Stasiun Kereta Andheri Barat.
Sebanyak 15 tim dibentuk untuk membantu pencarian dan penyelidikan kasus ini. Hingga Senin (19/10/2026), polisi masih mendalami keterangan saksi, bukti di lokasi, dan rekaman CCTV guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak yang bertanggung jawab.
Sopir Tiger mengalami luka tembak di tangan kiri dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang warga yang berada dekat mobil sang aktor juga dilaporkan terkena tembakan. Sementara Tiger sendiri lolos tanpa cedera serius dan dilaporkan telah kembali ke rumah dengan pengamanan kepolisian.
Penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan jaringan gangster Lawrence Bishnoi. Tiga orang yang dicurigai terlibat ditangkap di Kota, Rajasthan, meski polisi belum memastikan peran maupun afiliasi mereka.
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah beredar unggahan di media sosial yang mengklaim jaringan Lawrence Bishnoi bertanggung jawab atas penembakan. Polisi belum memverifikasi keaslian klaim tersebut, sehingga dugaan itu masih menjadi bagian dari penyelidikan yang berjalan.
Penembakan terhadap figur publik di Mumbai menambah tekanan pada aparat keamanan kota itu, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi sederet kasus kekerasan bersenjata bernuansa geng. Industri film India sendiri masih menantikan hasil penyelidikan sebelum menentukan langkah pengamanan tambahan bagi para bintangnya.