MAKASSAR — Pelayaran KRI Marlin 877 menempuh jarak sekitar 410 mil laut dari Makassar menuju lima pulau di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia menggandeng TNI Angkatan Laut untuk menjangkau warga di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menyatakan dana Rp25 miliar disiapkan khusus untuk melayani penukaran uang selama ekspedisi. Warga di lima pulau dapat menukarkan uang lusuh atau tidak layak edar dengan uang yang kondisinya lebih baik.
"Di lima pulau itu nanti masyarakat dapat menukar uang lusuh dengan uang baru. Kami menyediakan uang sekitar Rp25 miliar dan berharap jumlahnya mencukupi kebutuhan penukaran masyarakat," kata Rizki.
Distribusi uang Rupiah di Indonesia menghadapi tantangan tersendiri karena kondisi geografis negara kepulauan. Selain memastikan ketersediaan uang, BI perlu menjaga kualitas uang yang beredar dan meningkatkan pemahaman masyarakat soal penggunaan Rupiah.
Layanan kas keliling menjadi solusi bagi warga yang tinggal jauh dari pusat perbankan. Rizki juga menyoroti pentingnya edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah agar masyarakat tidak hanya memperoleh uang layak edar, tetapi juga memahami cara memperlakukan dan menjaga uang dengan baik.
Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan pengerahan KRI Marlin 877 merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap upaya BI menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan. TNI Angkatan Laut mengerahkan 45 personel, sementara BI menugaskan 15 personel untuk menjalankan layanan penukaran uang.
Selain layanan kas keliling, warga di pulau-pulau yang dikunjungi mendapat berbagai kegiatan sosial. Program pendukung meliputi pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan, edukasi Rupiah, pengumpulan uang logam, serta ekspo mini bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
TNI Angkatan Laut juga merencanakan kegiatan open ship yang memberi kesempatan kepada masyarakat mengenal lebih dekat kapal perang Indonesia.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang berlangsung sejak 2012. Selama 14 tahun pelaksanaan, program tersebut telah menyelenggarakan 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T dengan jangkauan mencapai 766 pulau.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menilai pemerataan layanan Rupiah sebagai bagian penting dari pembangunan yang inklusif, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.
"Ekspedisi Rupiah ini memastikan bahwa Rupiah secara menyeluruh bisa diakses oleh masyarakat kita sampai dengan pulau terluar, dengan kesetaraan dan kedaulatan secara inklusif," ujarnya.
Fatmawati mengapresiasi sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang memungkinkan layanan penukaran uang menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan.