MAKASSAR — Penyerahan GPS menyasar nelayan yang selama ini mengandalkan perhitungan manual saat menentukan titik tangkap ikan. Alat navigasi itu dipakai untuk mengetahui posisi kapal sekaligus mempercepat penentuan lokasi penangkapan.
Munafri menyebut GPS berfungsi ganda, bukan sekadar penunjuk arah.
"Hari ini, kami kembali bertemu warga di Pulau Lumu-lumu, saya serahkan bantuan kepada kelompok nelayan, alat navigasi GPS untuk memantau nelayan ketika sedang melaut," kata Munafri.
Menurut Munafri, GPS membantu nelayan memastikan keselamatan selama melaut. Penentuan titik tangkap yang lebih presisi juga memangkas waktu perjalanan.
"Yang paling pertama, dengan adanya GPS ini, nelayan mampu memastikan keselamatan dalam kegiatan melaut atau mencari ikan," ujarnya.
Efek lanjutannya menyentuh biaya operasional. Perjalanan yang lebih singkat menekan konsumsi bahan bakar, sehingga margin hasil tangkapan berpotensi membaik.
"Kalau perjalanan lebih singkat, berarti penggunaan bahan bakar jauh lebih irit. Kalau penggunaan bahan bakarnya irit, tentu harga jual ikan bisa lebih baik dan hasil yang didapat bisa lebih maksimal," jelasnya.
Munafri meminta kelompok penerima merawat alat tersebut. Pemkot Makassar juga mendorong pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan agar aktivitas perikanan tidak menggerus ekosistem laut.
Penerangan jalan masuk daftar kebutuhan mendesak Pulau Lumu-Lumu. Pemerintah kota merencanakan penambahan 14 titik lampu dengan jadwal pemasangan November 2026.
Lampu itu melengkapi fasilitas dasar yang selama ini terbatas di wilayah kepulauan. Warga Lumu-Lumu tinggal di pulau yang secara geografis terpisah dari daratan Makassar.
Kebutuhan air bersih jadi persoalan lain yang disorot dalam kunjungan tersebut. Pemkot Makassar menyiapkan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih dan air minum, ditargetkan mulai direalisasikan 2027.
"Insya Allah, tahun depan di Pulau ini, kita akan memasang mesin untuk menghasilkan air langsung minum dari air laut. Sehingga minum juga tidak lagi menggunakan air asin," tuturnya.
Rencana itu belum masuk tahap operasional. Pemerintah kota masih menyiapkan survei untuk memastikan teknologi desalinasi cocok dengan kondisi geografis dan kebutuhan warga di sejumlah pulau berpenghuni Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Akses transportasi turut dibahas. Munafri menyatakan pembangunan dermaga di Pulau Lumu-Lumu masih memerlukan kajian dan izin dari pemerintah pusat sebelum konstruksi bisa dimulai.
"Kami juga sedang melakukan kajian, dan izin kepada pusat, jika selesai. Maka akan kita upayakan bangun dermaga di Pulau Lumu-lumu," kata Munafri.
Artinya, dermaga belum masuk tahap pelaksanaan. Pemerintah kota masih menyelesaikan proses perizinan yang menjadi syarat pembangunan.
Di kunjungan yang sama, Munafri menyerahkan 20 unit sepeda kepada siswa berprestasi. Bantuan diberikan sebagai apresiasi sekaligus dorongan agar pelajar di wilayah kepulauan menjaga semangat belajar.
Pemkot Makassar juga menyatakan perhatian pada sektor pendidikan dan kesehatan di kepulauan, termasuk rencana perbaikan fasilitas sekolah serta penambahan insentif bagi guru dan tenaga kesehatan.
"Ini penting sekali untuk kita pastikan bahwa saudara-saudara yang ada di kepulauan itu punya hak yang sama dengan saudara-saudara yang hidup di Kota Makassar ini," tegasnya.
Munafri menutup kunjungan dengan ajakan menjaga fasilitas dan kebersihan lingkungan pulau. Lumu-Lumu sebelumnya masuk daftar kunjungan ke pulau terluar bersama Langkai, Lanjukang, dan Bonetambung.