China Bidik 70 Persen Penjualan Mobil Listrik 2030, Kendaraan Otonom Dipacu

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 11 September 2026 | 14:05:01 WIB
Peta jalan industri otomotif China menargetkan NEV menyumbang 70 persen penjualan mobil penumpang domestik pada 2030.

SULAWESI SELATAN — Peta jalan industri otomotif China untuk lima tahun ke depan resmi diterbitkan pada Jumat, 11 September 2026. Dokumen yang disusun MIIT bersama Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta Kementerian Transportasi ini menetapkan arah pengembangan kendaraan energi baru (NEV) dan kendaraan terhubung cerdas hingga 2030.

Target utamanya bukan hanya volume penjualan, tetapi juga penguatan ekosistem teknologi dan pengawasan industri yang lebih disiplin. Pemerintah China ingin memastikan pertumbuhan NEV tidak sekadar mengejar angka, melainkan diikuti kesiapan infrastruktur dan rantai pasok.

Target 70 Persen Penjualan Mobil Penumpang dari NEV

Pada 2030, kendaraan NEV diproyeksikan menyumbang 70 persen dari total penjualan mobil penumpang domestik. Untuk kendaraan komersial baru, targetnya mencapai 40 persen.

Angka ini menegaskan posisi China sebagai pasar NEV terbesar dunia. Dominasi tersebut tidak lepas dari kebijakan insentif yang akan terus dipertahankan, termasuk pajak NEV dan program tukar tambah kendaraan.

Pemerintah juga mendorong adopsi NEV di daerah pedesaan serta penggantian bus kota dan baterainya. Reformasi asuransi NEV akan didalami untuk mempercepat penetrasi di segmen komersial.

Kendaraan Otonom Diuji di Berbagai Jalur, dari Bus hingga Logistik Jarak Jauh

Pengembangan teknologi mengemudi otonom menjadi prioritas utama dalam rencana ini. China menargetkan pencapaian tingkat kemudi yang sangat otomatis di berbagai jenis jalan pada 2030, dengan harapan performa keselamatan jauh melampaui pengemudi manusia.

Untuk mempercepat komersialisasi, uji coba kendaraan otonom akan digelar di beberapa sektor sekaligus: mobil penumpang, bus, logistik jarak jauh, dan pengiriman perkotaan. Proses ini akan diikuti persetujuan kendaraan dan akses jalan yang teratur.

Infrastruktur pendukung menjadi kunci. Digitalisasi dan konektivitas kota-kota besar serta jalan nasional utama akan digalakkan untuk mendukung integrasi kendaraan-jalan-awan (vehicle-road-cloud).

Kapasitas Produksi Baterai dan Produsen Baru Diawasi Ketat

Rencana ini juga menekankan pengawasan kapasitas produksi yang lebih ketat. Syarat pendirian produsen NEV mandiri baru akan diperketat, begitu pula pengelolaan kapasitas produksi baterai yang akan lebih terpusat.

China akan meningkatkan merger, restrukturisasi, dan konsolidasi di antara produsen mobil untuk menghapus kapasitas usang dan meningkatkan utilisasi. Mekanisme pasar dan hukum akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pengawasan persaingan pasar juga menjadi perhatian, termasuk penegakan hukum antimonopoli, persaingan tidak sehat, dan penetapan harga. Intervensi pemerintah daerah yang tidak semestinya untuk menarik investasi akan dibatasi.

Chip Otomotif hingga AI Jadi Fokus Teknologi

Dari sisi teknologi, dokumen ini menyoroti kesenjangan dalam sektor chip otomotif, sistem operasi, perangkat lunak industri, dan material dasar penting. Peningkatan juga diharapkan pada aspek keselamatan baterai, kecepatan pengisian daya, dan kinerja pada suhu rendah.

China akan mengusung inisiatif "AI+Otomotif", mempromosikan aplikasi kecerdasan buatan dalam manajemen energi, kontrol gerak, interaksi manusia-mesin, dan deteksi kerusakan prediktif. Konektivitas kendaraan dengan robot pintar dan rumah pintar juga akan didorong.

Target konsumsi energi pada 2030 ditetapkan sekitar 11,5 kWh per 100 kilometer untuk mobil penumpang listrik baterai, dan 3,3 liter per 100 kilometer untuk mobil penumpang konvensional.

Infrastruktur Pengisian Daya dan Ekspansi Global

Untuk infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai, China akan meningkatkan fasilitas, merencanakan penempatan pengisian daya berdaya tinggi, memperkuat jaringan di pedesaan, dan meningkatkan interaksi kendaraan-jaringan (vehicle-grid).

Dalam hal ekspansi global, rencana ini mendukung pengembangan bisnis internasional melalui perdagangan, investasi, dan kemitraan teknologi. China mendorong pembentukan gudang suku cadang penting bersama di luar negeri antar merek dan kerja sama percontohan pada aliran data lintas batas.

Perusahaan China dan asing didorong memperdalam kerja sama penelitian dan investasi kendaraan serta komponen kunci. Perlakuan yang sama bagi perusahaan domestik dan asing dalam pengadaan pemerintah juga ditekankan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: topik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top