Santorini Off-Season September-Mei: Cerita Winemaker Michael Kouloglou

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 10 September 2026 | 14:06:01 WIB
Winemaker Michael Kouloglou di kebun anggur tua Santorini, Yunani.

SULAWESI SELATAN — Bagi Michael Kouloglou, keputusan pindah dari daratan utama Yunani ke Santorini 11 tahun silam tidak rumit. "It is the mecca of Greek white wine," ujarnya. Sebelum menetap, ia bekerja di sejumlah winery lokal, lalu meluncurkan Orycton, Assyrtiko produksi kecil dengan anggur dari tanaman tua di berbagai penjuru pulau. Wine ini menang di Decanter World Wine Awards 2023.

Selain tanah vulkanik yang jadi magnet, Kouloglou menyukai angin kencang Santorini karena bisa menyalurkan hobi lain: surfing dan kitesurfing. Kini ia menetap di Monolithos, desa tepi laut tenang di sisi timur, setelah sebelumnya tinggal berpindah-pindah di banyak titik pulau.

"Each village has its own unique character," katanya, "far beyond the image [of Santorini] that most visitors see."

Kapan Waktu Terbaik ke Santorini Tanpa Keramaian?

Menurut Kouloglou, seluruh periode off-season dari akhir September sampai sekitar Mei adalah jawabannya. Setiap bagiannya punya karakter sendiri.

Musim gugur memberi kelegaan setelah panen, musim dingin menghadirkan ketenangan penuh, dan musim semi mengisi pulau dengan optimisme saat alam kembali hidup, tepat sebelum musim ramai dimulai.

Dua Kehidupan Santorini yang Berbeda

"Santorini has two completely different lives," kata Kouloglou. Satu adalah pulau yang dialami jutaan pengunjung sepanjang musim panas. Satunya lagi mulai Oktober dan bertahan sampai musim semi—Santorini yang hanya benar-benar dikenal penghuninya.

Menjelang akhir panen di September, tubuhnya lelah setelah berminggu-minggu hidup dalam adrenalin. Malam mulai dingin dan butuh sweater setelah matahari terbenam, hari memendek, dan meltemi—angin Aegean musim panas—berganti jadi angin utara yang lebih lembut.

Restoran dan bar mulai tutup untuk musim itu, dan di situlah pesta penutupan dimulai. Teman-teman yang berbulan-bulan tak terlihat tiba-tiba muncul kembali. Tidak perlu membuat rencana; semua orang tahu akan bertemu di suatu pesta penutupan.

Siapa yang Ada di Santorini Saat Off-Season?

Pada musim gugur masih ada wisatawan, tapi karakternya jauh berbeda dari kerumunan musim panas. Mereka datang mencari sisi Santorini yang lebih tenang—berjalan kaki, hiking, menjelajah winery dan desa kecil, bukan berpindah dari satu atraksi ke atraksi lain dengan tergesa.

Menjelang akhir November, pekerja musiman terakhir sudah meninggalkan pulau. Ada ungkapan lokal, "the last boat has sailed". Sejak titik itu, Santorini hampir sepenuhnya milik warganya. Percakapan jadi lebih panjang, orang punya waktu untuk satu sama lain, dan hidup sehari-hari terasa lebih tenang.

Panigiri: Festival Desa yang Berlangsung Hingga Malam

Yang paling mengesankan bagi Kouloglou adalah betapa dalamnya kehidupan sehari-hari warga Santorini terhubung dengan Gereja Ortodoks dan tradisinya. Hampir setiap kapel kecil di pulau punya santo pelindung, dan setiap hari raya santo dirayakan lewat panigiri—festival desa tradisional.

Selama musim panas, banyak perayaan berlanjut hingga malam dengan musik tradisional, tarian, dan wine lokal dalam jumlah melimpah.

Warga juga masih mengatur tahun mereka berdasarkan hari raya santo. Mereka tidak berkata, "Saya mulai memangkas akhir November." Mereka berkata, "Saya mulai setelah Hari Santo Filipus dan harus selesai sebelum Hari Santo Alexius." Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini masih hidup.

Di Mana Makan Saat Off-Season?

Pada bulan-bulan sepi, Kouloglou biasanya ada di Pentozali, taverna tradisional yang menyajikan mezze otentik dari Santorini dan Kreta. Ia menyukai tempat itu karena suasana santainya, makanannya yang jujur, dan orang-orangnya.

Yang paling ia hargai di musim ini: Pentozali jadi tempat berkumpul yang hampir eksklusif untuk warga lokal.

Tips Praktis untuk Traveler Indonesia

Periode akhir September hingga Mei memberi pengalaman Santorini yang berbeda dari foto-foto musim panas. Siapkan pakaian berlapis karena suhu malam turun dan angin utara bertiup lebih lembut dari meltemi. Untuk jadwal panigiri dan jam buka taverna lokal, informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau langsung ke winery yang ingin dikunjungi.

Durasi ideal menjelajah Santorini off-season adalah 4–7 hari agar cukup waktu untuk hiking antardesa, mengunjungi beberapa winery, dan merasakan ritme lokal tanpa terburu-buru.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: cntraveler.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top