SULAWESI SELATAN — Proses uji kelayakan ini menjadi tahapan krusial sebelum presiden menetapkan pejabat definitif. Posisi Deputi Senior BI sendiri merupakan jabatan strategis yang selama ini dikenal sebagai "tangan kanan" Gubernur BI, dengan tanggung jawab mengoordinasikan kebijakan moneter, sistem pembayaran, hingga pengelolaan aset bank sentral.
Pengisian posisi Deputi Senior BI kali ini berlangsung di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Nilai tukar rupiah masih berfluktuasi mengikuti pergerakan dolar AS, sementara bank sentral global seperti The Fed belum memberikan sinyal jelas soal arah suku bunga acuannya.
Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Aida S Budiman menyampaikan sejumlah prioritas yang hendak dijalankan. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Aida bukan nama baru di lingkungan BI. Ia tercatat memiliki pengalaman panjang di berbagai direktorat penting, termasuk di bidang kebijakan moneter dan pengelolaan devisa. Jejak kariernya yang solid menjadi modal utama dalam menghadapi uji kelayakan yang digelar DPR kali ini.
Para anggota Komisi XI yang hadir disebutkan memberikan sejumlah pertanyaan mendalam, mulai dari strategi menghadapi gejolak pasar keuangan global hingga rencana penguatan digitalisasi sistem pembayaran nasional.
Kepastian sosok Deputi Senior BI dinanti pelaku pasar. Pasalnya, pejabat di posisi ini kerap menjadi eksekutor kebijakan operasional di pasar uang, termasuk intervensi valas dan pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Keputusan DPR dan pemerintah dalam waktu dekat akan menentukan arah koordinasi kebijakan fiskal-moneter ke depan. Pelaku industri pun berharap figur yang terpilih mampu menjaga sinergi dengan Kementerian Keuangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Setelah menjalani uji kelayakan hari ini, DPR akan melanjutkan proses pembahasan internal untuk memberikan rekomendasi. Hasil akhir dari proses ini nantinya akan diserahkan kepada presiden sebagai bahan pertimbangan penerbitan keputusan resmi.
Meski belum ada kepastian kapan nama definitif diumumkan, pasar diharapkan merespons positif jika figur dengan kapabilitas mumpuni segera ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.