Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Usulkan Bendung Karet Sungai Tello dan Manfaatkan Bendungan Nipa-Nipa ke Kementerian PU

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:47:32 WIB
Plt Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum memaparkan usulan pembangunan bendung karet Sungai Tello dan pemanfaatan Bendungan Nipa-Nipa dalam rapat koordinasi di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (21/08).

Perumda Air Minum Kota Makassar mengusulkan dua solusi strategis untuk mengatasi krisis air bersih di enam kecamatan, yakni pembangunan bendung karet di Sungai Tello dan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa. Usulan ini disampaikan langsung oleh Plt Direktur Utama Andi Syahrum dalam rapat koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/08). Kedua proyek infrastruktur ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan pasokan air baku, terutama saat musim kemarau melanda.

MAKASSAR — Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan pompa Manggala yang selama ini mengganggu kinerja pompa dan proses pengolahan air baku. Dengan adanya bendung karet di Sungai Tello, konsentrasi TDS diharapkan bisa ditekan secara signifikan sehingga pompa dapat beroperasi optimal.

“Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik,” kata Andi dalam paparannya di hadapan perwakilan Kementerian PU, Jumat (21/08).

Tambahan Pasokan dari Bendungan Nipa-Nipa

Selain membangun infrastruktur di Sungai Tello, Andi Syahrum juga meminta pemerintah pusat memfasilitasi penyaluran air dari Bendungan Nipa-Nipa yang berlokasi di Kecamatan Manggala. Air dari bendungan tersebut rencananya akan dialirkan langsung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Manggala untuk menambah debit produksi.

“Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah,” ujarnya.

Enam Kecamatan Jadi Prioritas Utama

Andi menegaskan bahwa dua usulan ini merupakan solusi jangka panjang untuk meminimalisir risiko kekeringan. Jika terealisasi, pasokan air bersih untuk enam kecamatan di Makassar dipastikan lebih stabil dan tidak lagi bergantung pada musim.

“Dampaknya, krisis air bersih di Kota Makassar itu bisa diselesaikan dengan baik, terutama untuk air bersih di enam kecamatan. Sehingga kita tidak perlu lagi was-was atau khawatir jika terjadi musim kemarau,” jelasnya.

Dia bahkan berharap pembangunan infrastruktur ini bisa segera dimulai pada musim kemarau agar manfaatnya dapat langsung dirasakan warga. “Apalagi kegiatan ini bisa dikerjakan di musim kemarau, bisa kita lihat hasilnya,” tambahnya.

Inisiatif Baru di Luar Kewenangan PDAM

Menariknya, usulan ini belum pernah diajukan oleh jajaran direksi Perumda Air Minum sebelumnya. Andi mengakui bahwa proyek semacam ini sejatinya merupakan ranah pemerintah, bukan pekerjaan yang bisa dieksekusi langsung oleh PDAM.

“Belum pernah. Karena sebenarnya ini adalah proyek yang mestinya di tingkat pemerintahan, bukan di PDAM yang mengerjakan atau meneruskan atau berkomunikasi dengan kementerian,” jelasnya.

Meski demikian, dia mengambil inisiatif untuk terbang ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Kementerian PU. Rombongan diterima oleh Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah.

“Kami mengambil inisiatif ini supaya bisa menjadi bahan masukan kepada KPM dan Ketua Dewas juga selaku Sekda untuk bagaimana menindaklanjuti apa-apa yang telah kami berikan bahan-bahannya,” pungkasnya.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kabarmakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top