MAKASSAR — Rangkaian penutup MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 berlangsung selama empat hari di Sulawesi Selatan. Para peserta yang terdiri dari awak media, vlogger, dan internal Yamaha mengendarai sepeda motor MAXi seperti XMAX, NMAX, Aerox, dan Lexi memulai perjalanan dari Cabang PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) Maros, main dealer Yamaha untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).
Rute yang dilalui membentang dari Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Enrekang, hingga berakhir di Makale, Toraja. Pemilihan Toraja sebagai titik akhir bukan tanpa alasan, kawasan ini dinilai memiliki daya tarik wisata dan budaya yang kuat serta dikenal hingga mancanegara.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana menegaskan bahwa MTBN 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih mendalam. Yamaha sengaja mengintegrasikan unsur budaya, kuliner, destinasi wisata, dan interaksi dengan komunitas lokal dalam setiap etape.
"Bahwa kali ini kita tidak hanya mengedepankan experience tentang riding saja, kita juga mencoba mengangkat kebudayaan-kebudayaan di area yang kita sambangi, kemudian juga lokal kuliner kita coba angkat, destinasi wisatanya, dan juga bertemu dengan komunitas lokal, seperti itu," kata Rifki.
Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rifki berharap momen tersebut mampu memperkuat pengalaman peserta sekaligus menghasilkan konten yang menarik dari Toraja.
"Dan juga ini momen yang sangat baik selain closing dari MTBN-nya sendiri, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu kita harapkan konten yang ada di sana dan engagement yang bisa dilakukan bisa lebih wah seperti itu," pungkasnya.
Selama berada di Toraja, para peserta akan disibukkan dengan pembuatan konten yang mengangkat berbagai keunikan kehidupan masyarakat setempat. Mulai dari tradisi, arsitektur, hingga kebiasaan sehari-hari warga menjadi sasaran utama dokumentasi.
"Ya pasti kita akan fokus ke content creation, mengangkat segala sesuatu hal unik dan juga kebudayaan setempat," tutur Rifki.
Etape penutup ini menjadi bukti komitmen Yamaha dalam memadukan hobi berkendara dengan pelestarian budaya nasional. Dengan berakhirnya rangkaian MTBN 2026 di Toraja, diharapkan pesan kekayaan budaya Indonesia semakin luas tersebar melalui konten-konten yang dihasilkan para peserta.