Harga Emas Antam di Makassar dan Indonesia Turun Rp12.000 per Gram, Buyback Terkoreksi ke Rp2,346 Juta

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 14:33:01 WIB
Harga emas Antam di Makassar dan Indonesia turun Rp12.000 per gram menjadi Rp2.601.000 per gram pada Rabu.
sebelumnya Rp2.613.000 per gram. ISI:

JAKARTA — Penurunan harga emas Antam pada Rabu langsung diikuti koreksi harga buyback. Logam Mulia mencatat harga beli kembali turun menjadi Rp2.346.000 per gram.

Untuk emas ukuran 0,5 gram, harga saat ini dibanderol Rp1.350.500. Sementara ukuran 1 gram berada di Rp2.601.000.

Berikut daftar lengkap harga emas Antam untuk berbagai ukuran hari ini:

  • Emas 2 gram: Rp5.142.000
  • Emas 3 gram: Rp7.688.000
  • Emas 5 gram: Rp12.780.000
  • Emas 10 gram: Rp25.505.000
  • Emas 25 gram: Rp63.637.000
  • Emas 50 gram: Rp127.195.000
  • Emas 100 gram: Rp254.312.000
  • Emas 250 gram: Rp635.515.000
  • Emas 500 gram: Rp1.270.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.541.600.000

Buyback Tertekan, Peluang atau Risiko bagi Investor?

Penurunan harga jual emas Antam otomatis menekan harga buyback yang menjadi acuan nasabah. Dengan buyback di level Rp2.346.000 per gram, selisih antara harga beli dan jual kembali mencapai Rp255.000 per gram.

Investor yang membeli emas saat harga di level Rp2,6 jutaan mengalami penyesuaian nilai investasi sementara. Namun, fluktuasi harga emas harian merupakan hal lumrah di pasar logam mulia.

Pergerakan Harga Emas Global Jadi Pemicu

Penurunan harga emas Antam di dalam negeri mengikuti pergerakan emas dunia. Dalam beberapa hari terakhir, harga emas global tertekan akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed.

Meski demikian, emas batangan Antam tetap menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Keberadaan butik emas Logam Mulia di sejumlah kota seperti Makassar memudahkan akses masyarakat untuk membeli atau menjual emas.

Harga emas Antam terpantau masih bertahan di atas level psikologis Rp2,6 juta per gram. Fluktuasi ke depan bergantung pada data ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral AS.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top