SULAWESI SELATAN — Penampilan Ferran Torres di Piala Dunia 2026 memang sulit diabaikan. Gol penentu kemenangan Spanyol atas Argentina di partai final membuat namanya melambung. Paris Saint-Germain disebut sebagai salah satu klub yang memantau situasinya.
Namun Barcelona tak terburu-buru. Manajemen klub justru memilih menunggu hingga jendela transfer ditutup sebelum membuka negosiasi kontrak anyar. Proses itu dijadwalkan bergulir pada September 2026.
Ada dua alasan utama. Pertama, kondisi financial fair play (FFP) klub yang masih ketat. Memperpanjang kontrak Torres di saat bersamaan dengan potensi belanja pemain baru bisa memberatkan neraca keuangan.
Kedua, terdapat klausul khusus dalam transfer Torres dari Manchester City ke Barcelona. Jika kontraknya diperpanjang, Barca wajib membayar 8 juta euro kepada City. Angka itu cukup signifikan dan ingin dihindari jika masih ada kemungkinan Torres hengkang di musim panas.
Barcelona menegaskan sikap mereka bakal berubah hanya jika dua kondisi terpenuhi. Pertama, Torres sendiri yang meminta hengkang. Kedua, ada tawaran yang menguntungkan semua pihak.
Hingga saat ini, belum ada komunikasi resmi dari pemain, agennya, maupun klub peminat. Laporan Mundo Deportivo menyebut Barcelona belum menerima satu pun tawaran konkret. Situasi ini membuat klub Catalan masih tenang menghadapi rumor.
Paris Saint-Germain menjadi satu-satunya klub besar yang dikaitkan secara serius dengan Torres. Namun sumber yang sama menegaskan belum ada pembicaraan ataupun dokumen resmi yang masuk ke meja direksi Barcelona.
Dengan belum adanya tawaran, peluang Torres bertahan di Camp Nou masih sangat besar. Kontraknya saat ini masih berlaku hingga Juni 2027. Klub pun sudah menganggapnya sebagai bagian penting dari skuad musim depan.
Seluruh keputusan kini ada di tangan Ferran Torres. Jika ia tak berniat pindah, Barcelona siap menyambutnya kembali setelah liburan usai. Negosiasi kontrak anyar tinggal menunggu waktu yang tepat — setelah pintu bursa transfer benar-benar tertutup.