MAKASSAR — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga beras kualitas bawah II di pasar tradisional Sulawesi Selatan tidak bergerak dari posisi Rp13,35 ribu per kilogram pada Senin (6/7/2026). Angka ini sama dengan harga sehari sebelumnya, meskipun secara mingguan naik tipis Rp50 dari Rp13,3 ribu.
Dalam sebulan terakhir, harga beras jenis ini naik 1,91 persen dari Rp13,1 ribu per kilogram. Sementara dalam tiga bulan, kenaikannya mencapai 1,52 persen dari Rp13,15 ribu. Tren harga sepanjang Juli 2025 hingga Juli 2026 relatif datar, dengan rekor kenaikan tertinggi 6,05 persen pada Agustus 2025 dan penurunan terdalam minus 3,45 persen pada Mei 2024.
Berbeda dengan beras yang cenderung stabil, harga cabai di pasar tradisional Sulawesi Selatan justru ambrol. Cabai merah keriting turun paling dalam, minus 41,98 persen dalam 30 hari terakhir menjadi Rp33,65 ribu per kilogram. Cabai rawit merah juga merosot 40,52 persen ke level Rp34,65 ribu.
Harga cabai merah besar tercatat Rp42,1 ribu per kilogram, turun 27,23 persen. Sementara cabai rawit hijau berada di Rp25,6 ribu, menyusut 11,42 persen. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang selama beberapa bulan terakhir mengeluhkan harga cabai yang melambung.
Harga daging ayam ras segar di pasar tradisional turun 16,97 persen secara bulanan menjadi Rp24,7 ribu per kilogram. Telur ayam ras segar juga turun 5,01 persen ke Rp23,7 ribu per kilogram. Namun, bawang putih ukuran sedang justru naik 9,64 persen menjadi Rp40,95 ribu per kilogram.
Dari 30 komoditas yang dipantau PIHPS, sebanyak sepuluh komoditas tercatat turun dan 19 lainnya naik. Minyak goreng curah naik tipis 1,32 persen ke Rp19,25 ribu per kilogram, sementara gula pasir premium stagnan di Rp17,4 ribu. Data ini bersumber dari dashboard resmi Bank Indonesia melalui bi.go.id/hargapangan.