MAKASSAR — Sebanyak 37 peluang bisnis berhasil dibukukan Pemerintah Kota Makassar dari perhelatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Angka itu merupakan hasil sesi Business Forum dan Business-to-Business (B2B) Matching yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan 41 delegasi dari 28 negara pada 25–26 Juni lalu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Muhammad Mario Said, mengungkapkan bahwa dari puluhan peluang tersebut, empat hingga delapan negara menunjukkan prospek kerja sama yang sangat konkret. "Dari hasil business matching yang difasilitasi DPMPTSP, tercatat 37 peluang bisnis dari 13 negara. Bahkan, empat sampai delapan negara di antaranya telah menunjukkan prospek yang sangat konkret menuju kerja sama bisnis," ujar Mario di Makassar, Senin.
Dari total peluang bisnis yang tercatat, empat kerja sama prioritas kini telah memasuki tahap penjajakan lanjutan. Kopi Leluhur, misalnya, tengah menjajaki pengembangan jaringan coffee shop di Fiji. Sementara itu, PT Clemira Sukses Bersama berencana melakukan joint venture industri gula aren dengan mitra dari negara yang sama.
Di sektor fesyen, produk Zaini Hijab Makassar langsung diborong delegasi Nigeria saat forum berlangsung. Transaksi itu kini berlanjut ke pembahasan nota kesepahaman (MoU). Adapun PT Manara Atha Samudera tengah menjajaki ekspor produk perikanan ke Tunisia.
Komoditas kopi asal Sulawesi Selatan menjadi yang paling banyak diminati para delegasi. Produsen seperti TOARCO Jaya, Kopi Leluhur, Kandora Coffee, dan Kopi Setia menarik perhatian perwakilan dari Filipina, Ukraina, Venezuela, Fiji, Laos, Kuba, hingga Tunisia.
"Delegasi Ukraina bahkan menyampaikan minat untuk mengimpor green coffee bean dan meminta informasi lebih lanjut agar dapat diteruskan kepada para importir di negaranya," kata Mario.
Selain kopi, komoditas rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga juga mendapat respons positif dari delegasi Ethiopia, Meksiko, Nigeria, dan Tunisia. Produk seafood serta fesyen lokal berbasis budaya Makassar turut menjadi incaran.
Sebagai tindak lanjut, DPMPTSP Kota Makassar akan menyerahkan kompilasi empat peluang bisnis prioritas kepada Kementerian Luar Negeri RI. Data itu akan diteruskan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Fiji, Nigeria, dan Tunisia.
Mario menambahkan, para pelaku usaha diminta segera mengirimkan katalog, profil perusahaan, serta sampel produk kepada calon mitra sebelum 1 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat realisasi kerja sama yang telah terjalin selama forum IGS 2026.