SULAWESI SELATAN — SMAN 2 Katingan Kuala mencatat nilai tertinggi pada babak final dan mengungguli MAN Barito Utara di posisi kedua serta SMAN 1 Pangkalan Bun di posisi ketiga. Prestasi ini bukan yang pertama: tahun lalu sekolah yang sama juga menjadi juara provinsi, tetapi gagal di babak penyisihan final nasional di Jakarta.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengingatkan para pemenang agar tidak cepat berpuas diri. “Di Jakarta nanti mereka akan berhadapan dengan para juara dari 37 provinsi lainnya. Karena itu harus lebih giat belajar lagi,” ujar Siti dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Guru pendamping SMAN 2 Katingan Kuala, Indah Fitriani, mengaku bangga sekaligus waspada. Menurutnya, evaluasi utama bukan pada aspek akademik, melainkan kepercayaan diri siswa. “Dari sisi pengetahuan, kemampuan anak-anak sangat baik. Tantangan kami justru meningkatkan rasa percaya diri agar mereka mampu mengeluarkan seluruh potensinya saat berlomba,” kata Indah.
Ia berharap kesempatan tampil di Jakarta menjadi momentum bagi sekolah di wilayah pelosok itu untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
LCC Empat Pilar diikuti sembilan SMA dan sederajat se-Kalteng. Peserta melewati dua babak penyisihan dan satu babak final dengan sesi wawasan, tematik, dan rebutan. Kegiatan ini merupakan kerja sama Sekjen MPR RI dan Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Dikmen) Provinsi Kalteng.
Siti Fauziah menegaskan ajang ini menjadi sarana menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, gotong royong, dan cinta Tanah Air. “MPR RI ingin menanamkan karakter yang kuat kepada generasi muda. Dalam 15 hingga 20 tahun mendatang, merekalah yang akan memimpin Indonesia,” ujarnya.
Siti juga mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif teknologi informasi dan media digital. Menurutnya, kesadaran berbangsa harus terus diperkuat di tengah arus globalisasi.
Perlombaan turut disaksikan perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng dan perwakilan Kantor DPD RI Kalteng. Dewan juri terdiri dari Koordinator Pengawas Dikmen Provinsi Kalteng Dr Rusnanie, Pengawas Sekolah Ahli Madya Dr Rudi Hasan, dan Dosen PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Dr Ady Ferdian Noor.
SMAN 2 Katingan Kuala kini bersiap menghadapi final nasional di Jakarta. Tahun lalu langkah mereka terhenti di babak penyisihan. Kali ini, kepercayaan diri menjadi modal utama yang tengah dibangun. (anl/ega)