BONE — Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan peletakan batu pertama proyek di Daerah Irigasi (DI) Bengo Paket 2, Dusun Tonrongsepe, Kecamatan Bengo, Sabtu (13/6/2026). Proyek ini menjadi proyek percontohan dari total delapan irigasi yang akan dikerjakan di wilayah tersebut.
Andi Sudirman mengungkapkan, irigasi di Bengo merupakan salah satu jaringan yang masih dimanfaatkan petani sejak dibangun pada masa Hindia Belanda. Namun, kondisinya kini memprihatinkan karena banyak kebocoran di sepanjang saluran utama.
"Ini salah satu irigasi yang dikerjakan di antara 8 irigasi di Bone. Irigasi ini dibangun di zaman Belanda, dan masih dimanfaatkan oleh petani sampai sekarang, hanya saja kondisi debit air yang kurang karena sudah ada kebocoran-kebocoran," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya.
Dari delapan titik yang menjadi sasaran, anggaran terbesar dialokasikan untuk DI Waru-Waru sebesar Rp 55 miliar. Disusul DI Bengo dan DI Lanca yang masing-masing mendapat jatah Rp 15 miliar. Sementara itu, DI Jaling dialokasikan Rp 9 miliar, DI Salomekko dan DI Selli Coppobulu masing-masing Rp 8 miliar, DI Lalengrie Rp 3 miliar, serta DI Unyi Rp 2 miliar.
Gubernur menambahkan, perbaikan ini menjadi prioritas karena petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada irigasi. Saat musim hujan, pasokan air masih bisa diimbangi. Namun, ketika kemarau datang, debit air menyusut drastis sehingga produksi padi terancam.
"Petani ini bergantung pada irigasi, kalau musim hujan sekarang masih bisa diimbangi, karena ada air hujan. Kalau nanti masuk musim kemarau itu kesulitan untuk air, makanya kita akan tingkatkan," sambung Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel menargetkan proyek ini mampu meningkatkan jangkauan irigasi hingga 2.600 hektare sawah di Kecamatan Bengo. Secara keseluruhan, delapan irigasi di Kabupaten Bone ditargetkan mampu mengairi sekitar 10.000 hektare lahan pertanian.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyambut baik proyek ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat setempat.
"Pemerintah Kabupaten Bone berharap rehabilitasi irigasi dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Bengo dan Bone. Kita minta juga para pekerja nanti ini melibatkan pekerja lokal ya," ucap Andi Asman.
Proyek rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi. Dengan perbaikan ini, diharapkan produktivitas pertanian di Bone, salah satu lumbung padi di Sulawesi Selatan, dapat kembali optimal.