SULAWESI SELATAN — Kenaikan harga diumumkan melalui akun Instagram resmi @bp_idn, Rabu (10/6). Untuk jenis BP 92 (RON 92), harganya melesat Rp 4.280 per liter dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, BP Ultimate (RON 95) juga ikut meroket dari Rp 12.930 per liter menjadi Rp 17.240 per liter.
Berbeda dengan dua produk bensin tersebut, harga BP Ultimate Diesel (CN 53) untuk mesin diesel masih bertahan di angka Rp 25.060 per liter. Artinya, pengguna solar premium belum merasakan dampak penyesuaian kali ini.
Sehari sebelumnya, Pertamina Patra Niaga sudah menaikkan harga Pertamax Series. Pertamax (RON 92) kini dipatok Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter. Kenaikan ini membuat selisih harga antara BP 92 dan Pertamax hanya Rp 420 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi sudah dikoordinasikan dengan pemerintah. "Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi.
Meski harga BBM non-subsidi naik, pemerintah dan Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil. Pertalite (RON 90) masih dijual Rp 10.000 per liter, dan Biosolar (CN 48) tetap di angka Rp 6.800 per liter. Artinya, pengguna kendaraan roda dua dan transportasi umum yang mengandalkan BBM subsidi belum terdampak.
Roberth menambahkan, tujuan dari penyesuaian ini adalah menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. "Penyesuaian ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas," katanya.
Daftar harga BBM non-subsidi di SPBU BP per 10 Juni 2026:
Dengan kenaikan ini, pengguna kendaraan pribadi di Indonesia kembali dihadapkan pada pilihan: beralih ke BBM subsidi yang harganya jauh lebih murah, atau tetap setia pada BBM non-subsidi dengan konsekuensi ongkos operasional yang lebih tinggi.