SULAWESI SELATAN — Alih-alih menyalahkan faktor eksternal seperti kebijakan hawkish Bank Sentral AS (The Fed) atau eskalasi konflik di Teluk, Said mendorong fokus pada pengelolaan domestik. "Ini sebagai cerminan untuk kita sendiri," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Banggar DPR merekomendasikan tiga langkah konkret bagi pemerintah. Pertama, konsistensi kebijakan. Said menilai ketidakpastian regulasi menjadi risiko utama bagi pelaku usaha. Ia meminta eksekutif tidak mengumumkan kebijakan yang masih prematur dan lebih sering menggelar dialog multipemangku kepentingan.
Kedua, pengelolaan fiskal yang sehat. Banggar mengapresiasi usulan defisit dalam RAPBN 2027 yang direncanakan berada di kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Ini kabar yang bagus. Semoga akan lebih meyakinkan market," tutur Said.
Ia menambahkan, sinyal positif akan semakin kuat jika realisasi defisit APBN 2026 bisa ditekan di bawah target. Tahun ini, pemerintah menargetkan defisit 2,68 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang mencapai 2,81 persen. Jika realisasi 2026 bisa berada di kisaran 2,58 persen, tren perbaikan fiskal akan terbaca jelas oleh investor.
Langkah ketiga menyasar reformasi tata kelola di lantai bursa. Banggar DPR mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbaiki transparansi kepemilikan saham dan menambah porsi saham publik (free float) di atas 15 persen. Said juga meminta OJK terus mengevaluasi organisasi regulator mandiri (SRO) di pasar modal.
Di luar sektor keuangan, Said menyoroti tata kelola program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurutnya, pelaku pasar menanti perbaikan kapasitas pelaksana, penghindaran konflik kepentingan, serta pembangunan ekosistem rantai pasok yang lebih fokus pada target sasaran dan daerah prioritas.
"Yang harus dipersiapkan lebih terencana dengan eksekusi yang baik, yakni mengatasi mahalnya dolar AS, tingginya imbal hasil SBN, serta turunnya IHSG," pungkas Said.