MASAMBA — Rombongan BPP DOB Provinsi Luwu Raya yang dipimpin Koordinator Wilayah, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, disambut langsung oleh Bupati Luwu Utara di rumah jabatannya. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan konstruktif, berfokus pada pemenuhan dokumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Dalam forum tersebut, tim pemekaran menyoroti dua instrumen penting yang harus segera dipenuhi. Pertama, Surat Keputusan Persetujuan Kabupaten Luwu Utara sebagai bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya. Kedua, Berita Acara Persetujuan Bersama Cakupan Wilayah Daerah Persiapan.
Hasbi Syamsu Ali menjelaskan bahwa BPP DOB terus membangun komunikasi intensif dengan seluruh pemerintah daerah di kawasan Luwu Raya. “Kami ingin memastikan bahwa perjuangan ini berjalan dengan semangat kebersamaan dan kesepahaman yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mengawal aspirasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.
“Perjuangan ini membutuhkan kebersamaan dan kesamaan langkah seluruh komponen masyarakat Luwu Raya agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai koridor yang ditetapkan,” ungkapnya.
Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan akademisi. Di antaranya Prof. Dr. Mansyur Ramly yang merupakan Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UMI dan Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, serta Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Dr. Ir. Annas Boceng, M.Si.
Turut hadir pula Wakil Ketua BPP KKLR Drs. Baharuddin Solongi, M.Si; Prof. Dr. Hatta Fattah; Prof. Lambang Basri; serta sejumlah pengurus dan tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol keterlibatan unsur masyarakat sipil yang selama ini aktif mengawal agenda pembentukan provinsi baru.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan santap malam bersama menikmati kapurung, kuliner khas Tana Luwu. Makanan tradisional ini dipilih sebagai simbol persaudaraan dan semangat kolektif Wija to Luwu dalam melanjutkan perjuangan menuju terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Silaturahmi dan koordinasi yang terus dilakukan BPP DOB bersama pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah administratif maupun dukungan politik yang dibutuhkan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat setempat.