Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Rp4 Triliun, Rombak Jajaran Komisaris

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Senin, 08 Juni 2026 | 19:17:01 WIB
Telkom umumkan pembagian dividen Rp21,9 triliun kepada pemegang saham per 19 Juni 2026.

SULAWESI SELATAN — Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026 berhak menerima dividen tersebut. Manajemen memastikan pembayaran akan mulai disalurkan pada 10 Juli 2026. Dari total laba bersih yang diraup perseroan pada 2025, sekitar Rp17,8 triliun dialokasikan sebagai dividen, sementara sisanya Rp4,2 triliun berasal dari laba ditahan tahun sebelumnya.

Buyback Rp4 Triliun untuk Jaga Harga Saham

Selain dividen, RUPST juga menyetujui pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun. Aksi korporasi ini akan dijalankan secara bertahap atau langsung dalam waktu 12 bulan setelah mendapat restu pemegang saham. Manajemen menyebut buyback sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menahan fluktuasi harga saham TLKM di tengah dinamika pasar modal yang masih volatil.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil sembarangan. "Kami mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang. Fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas kian menguat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6). Menurut Dian, persetujuan dividen dan buyback mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah transformasi perusahaan.

Perombakan Dewan Komisaris dan Direksi

RUPST juga merombak susunan pengurus perusahaan. Angga Raka Prabowo ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan posisi sebelumnya. Jajaran komisaris independen diisi oleh Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Sementara itu, Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan duduk sebagai komisaris.

Di kubu direksi, Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama. Veranita Yosephine dipercaya mengelola segmen enterprise dan bisnis, Arthur Angelo Syailendra menjabat Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, serta Nanang Hendarno mengurus jaringan. Posisi strategis lainnya diisi oleh Willy Saelan (Human Capital), Seno Soemadji (Strategic Business Development), Budi Satria Dharma Purba (Wholesale & International), Faizal R. Djoemadi (IT Digital), dan Andy Kelana (Legal & Compliance).

Perubahan ini diharapkan memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam mengawal agenda transformasi digital yang sedang berjalan. Dengan portofolio bisnis yang mencakup telekomunikasi, infrastruktur digital, dan layanan enterprise, Telkom tetap menjadi salah satu pemain utama di pasar telekomunikasi Indonesia. Meski tekanan industri masih terasa, keputusan membagikan dividen jumbo dan buyback menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek ke depan.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top