Presiden Prabowo Lantik Tiga Pimpinan Badan Gizi Nasional pada Senin 8 Juni 2026

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 22:15:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional pada Senin, 8 Juni 2026.

SULAWESI SELATAN — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin, 8 Juni 2026. Pelantikan itu mencakup satu kepala dan dua wakil kepala badan yang sebelumnya telah ditunjuk langsung oleh Presiden.

Penunjukan Nanik S. Deyang dan Dua Wakil

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden telah menetapkan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

"Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di Minggu depan (Senin)," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Alasan Penundaan Pelantikan

Prasetyo menjelaskan, pelantikan tidak langsung digelar setelah penunjukan oleh Presiden. Ada pertimbangan khusus di balik jeda waktu tersebut.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita," kata Prasetyo.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Presiden memberikan ruang bagi pimpinan baru untuk berkonsentrasi pada pembenahan internal sebelum secara resmi menjalankan tugas. Proses transisi kepemimpinan di BGN pun dilakukan secara bertahap.

Pelantikan Digelar di Istana

Hingga saat ini, lokasi pasti pelantikan belum diumumkan secara resmi. Namun, berdasarkan tradisi, prosesi pelantikan pejabat setingkat kepala badan biasanya berlangsung di Istana Negara atau Istana Merdeka.

BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan ini mengelola program-program strategis di bidang gizi nasional, termasuk intervensi stunting dan bantuan pangan bagi kelompok rentan.

Dengan dilantiknya pimpinan baru, publik menantikan arah kebijakan BGN ke depan, terutama dalam menyasar target penurunan prevalensi kekurangan gizi di Tanah Air.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top