GOWA — Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah, memastikan anak-anak rentan stunting di Kecamatan Bajeng mendapatkan asupan gizi tambahan melalui program bantuan langsung. Ia menyerahkan paket berisi telur, susu, dan vitamin kepada sekitar 200 anak dan ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Didampingi Wakil Bupati Gowa sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gowa, Darmawansyah Muin, Andi Tenri Indah tak sekadar membagikan bantuan. Ia menyempatkan diri berdialog dengan para ibu penerima manfaat untuk mengedukasi pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang rentan stunting mendapatkan perhatian dan asupan gizi yang cukup. Karena itu kami turun langsung memberikan bantuan telur, susu, dan kebutuhan lainnya,” ujar Andi Tenri Indah kepada warga di Bajeng.
Legislator Partai Gerindra Sulsel itu menekankan bahwa bahan pangan bergizi sebenarnya mudah ditemukan di sekitar rumah. “Kadang bahan bergizi ada di sekitar kita. Misalnya daun kelor yang bisa diolah menjadi sayur untuk anak-anak. Ditambah asupan telur dan vitamin, tentu akan sangat membantu tumbuh kembang mereka,” tuturnya.
Program bantuan gizi ini tidak berhenti di Bajeng. Andi Tenri Indah memastikan kegiatan serupa akan berlanjut ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Gowa, termasuk Kecamatan Pallangga. Pemerintah daerah juga menyiapkan vitamin tambahan untuk menunjang kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
“Setelah Bajeng, kegiatan ini akan berlanjut di Pallangga dan kecamatan lainnya,” terang Indah.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mempertahankan tren positif penurunan angka stunting. Kabupaten Gowa sebelumnya tercatat sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik dalam penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain bantuan langsung, TP PKK Kabupaten Gowa secara aktif mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan pemanfaatan sumber pangan bergizi lokal. Pendekatan yang menyentuh langsung warga ini diharapkan mampu menekan risiko stunting secara berkelanjutan.