SULAWESI SELATAN — WhatsApp selama bertahun-tahun membatasi satu perangkat hanya untuk satu nomor telepon. Konsekuensinya, banyak pengguna di Indonesia—yang termasuk pasar terbesar aplikasi ini—terpaksa membawa dua ponsel atau menggunakan aplikasi modifikasi ilegal seperti GBWhatsApp. Riset keamanan siber mencatat aplikasi bajakan itu rawan pencurian data dan penyadapan pesan.
Baru pada awal 2024, Meta selaku induk perusahaan merilis fitur multi-akun resmi. Pembaruan ini menjadi respons atas permintaan pasar yang masif, terutama dari negara berkembang seperti Indonesia, di mana WhatsApp sudah menjadi infrastruktur komunikasi utama untuk bisnis dan kehidupan sosial.
Fitur ini bekerja dengan mekanisme sederhana. Pengguna cukup masuk ke menu pengaturan, klik tanda panah di samping nama profil, lalu pilih "Tambah Akun". Nomor kedua harus aktif untuk menerima kode verifikasi via SMS. Setelah terverifikasi, kedua akun bisa diakses bergantian tanpa perlu logout.
Yang membedakan dengan aplikasi pihak ketiga adalah jaminan enkripsi end-to-end. Meta memastikan setiap pesan di kedua akun tetap aman dan tidak bisa dibaca oleh pihak mana pun. Keamanan biometrik juga bisa dipasang terpisah untuk masing-masing akun sebagai lapisan perlindungan tambahan.
Bagi pengguna individu, keuntungan paling terasa adalah efisiensi perangkat. Tak perlu lagi membeli ponsel kedua atau membawa dua gadget ke mana-mana. Pemisahan identitas digital juga lebih rapi—foto profil dan status untuk urusan kerja bisa berbeda dengan untuk keluarga.
Namun, ada konsekuensi teknis yang perlu diperhitungkan. Menjalankan dua akun secara simultan membuat WhatsApp melakukan sinkronisasi data dua kali lipat lebih sering. Dampaknya langsung terasa pada konsumsi baterai dan penggunaan RAM ponsel. Pengguna ponsel kelas menengah ke bawah mungkin akan merasakan perlambatan kinerja jika membuka kedua akun secara aktif terus-menerus.
Meski fitur resmi sudah tersedia, sebagian pengguna mungkin masih tergoda menggunakan GBWhatsApp atau WhatsApp Plus karena menawarkan fitur tambahan seperti menyembunyikan status online. Riset dari tim keamanan Meta secara konsisten memperingatkan bahwa aplikasi modifikasi bisa menyebabkan pemblokiran akun permanen.
Lebih berbahaya lagi, aplikasi ilegal itu sering menyisipkan kode jahat yang mencuri data kontak, riwayat chat, hingga akses ke mikropon dan kamera. Bagi pelaku bisnis yang menyimpan data pelanggan di WhatsApp, risiko ini bisa berujung pada kebocoran informasi sensitif dan kerugian reputasi.
Fitur multi-akun resmi WhatsApp kini sudah bisa dinikmati semua pengguna Android dan iOS. Pembaruan ini menjadi tonggak penting dalam evolusi aplikasi pesan instan yang tak lagi sekadar alat ngobrol, melainkan platform kerja dan bisnis bagi jutaan orang Indonesia.