Bukan 27 Mei, Jamaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Idul Adha 1447 H pada Selasa, 26 Mei 2026

Penulis: Nurul Huda  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 01:14:01 WIB
Jamaah An-Nadzir Gowa menetapkan Idul Adha 1447 H pada Selasa, 26 Mei 2026.

GOWA — Perbedaan metode hisab dan rukyat kembali melahirkan selisih penetapan Idul Adha di Indonesia. Jamaah An-Nadzir Kabupaten Gowa memutuskan 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, lebih cepat sehari dari ketetapan Kementerian Agama yang menetapkan Hari Raya pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dasar Penetapan: Pemantauan Bulan pada 17 Mei 2026

Pemimpin An-Nadzir Kabupaten Gowa, M Samiruddin Pademmui, menyampaikan keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan Tim Pemantau Bulan An-Nadzir. Pada Minggu, 17 Mei 2026, tim mendeteksi pergantian bulan dari Zulqaidah ke Zulhijah pada pukul 04.03 WITA atau 03.03 WIB.

“Oleh karena itu, tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Ahad, 17 Mei 2026, dan tanggal 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026,” jelas Samiruddin dalam keterangan pers pada Sabtu.

Metode yang Digunakan Jamaah An-Nadzir

Berbeda dengan sidang isbat Kemenag yang mengombinasikan hisab dan rukyat dengan kriteria tertentu, An-Nadzir memiliki pedoman tersendiri. Samiruddin menegaskan, jamaahnya mengacu pada dalil naqli yang bersumber pada Alquran dan hadis, serta ajaran guru dan imam An-Nadzir, KH Syamsuri Abdul Madjid.

Proses pemantauan dan penghitungan ini dimusyawarahkan oleh tim internal sebelum ditetapkan sebagai keputusan resmi jamaah. Hasilnya, salat Idul Adha akan digelar di Gowa pada pukul 07.00 WITA.

Perbedaan dengan Ketetapan Pemerintah

Kementerian Agama melalui sidang isbat pada Minggu, 17 Mei 2026, menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, pemerintah memutuskan Hari Raya Idul Adha 1447 H diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.

Perbedaan satu hari ini bukan pertama kali terjadi. An-Nadzir, yang berbasis di Gowa dan memiliki pengikut di sejumlah daerah, konsisten menggunakan metode hisab murni tanpa menunggu visibilitas hilal secara fisik.

Apa Langkah Jamaah Selanjutnya?

Jamaah An-Nadzir di Gowa telah menyiapkan pelaksanaan salat Id pada Selasa pagi. Samiruddin mengimbau seluruh anggota untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan menghormati perbedaan yang ada dengan umat Islam lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kemenag Sulsel terkait perbedaan tersebut. Pemerintah biasanya mengimbau masyarakat untuk tetap merayakan Idul Adha sesuai keputusan pemerintah, namun menghormati pelaksanaan ibadah kelompok yang memiliki metode perhitungan berbeda.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top