MAKASSAR — Ratusan anak muda berbakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan unjuk gigi di Festival Sepak Bola Rakyat yang berlangsung di Lapangan Bola Telkom Makassar. Mereka adalah peserta dari 32 sekolah sepak bola dan SMA yang mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026.
Mengapa Festival Ini Berbeda dari Turnamen Biasa?
Festival ini tidak hanya menyajikan pertandingan kompetitif. Panitia juga menggelar sesi coaching clinic untuk mengasah kemampuan teknis para pemain. Di luar lapangan, acara dikemas sebagai ruang interaksi komunitas dengan menghadirkan bazaar makanan dan minuman yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Nuansa berbeda muncul lewat sesi podcast Nobar (Ngobrol Bola Ramean) bersama Coca-Cola Indonesia. Diskusi santai ini mempertemukan publik dengan figur sepak bola, menjangkau generasi muda dengan format yang lebih dekat.
Pesan PSSI: Pembinaan Tak Bisa Hanya Andalkan Federasi
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan masa depan sepak bola nasional membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pembinaan talenta muda harus dimulai sejak awal melalui ruang yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter seperti disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.
“Masa depan sepak bola nasional tidak bisa hanya bertumpu pada federasi, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, sektor swasta hingga komunitas akar rumput,” ujar Ratu Tisha.
Peluang Digital untuk Pemain Daerah
Direktur PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) sekaligus pemilik brand Cuwitan Digital, Rizky Aidi, mengatakan festival ini dirancang sebagai ruang yang memberi kesempatan lebih luas bagi anak-anak daerah. Ia menekankan bahwa bakat mereka tidak hanya berkembang di lapangan, tetapi juga mendapat ruang di ranah digital.
“Ini bukan sekadar turnamen, tetapi panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi,” ujarnya.
Pandangan Pelatih: Makassar Jadi Titik Penting
Pelatih sepak bola Indonesia Fabio Oliveira menilai kehadiran festival berskala nasional di Makassar memberi pesan penting. Menurutnya, pemain dari daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan menembus level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Senior Director of Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan atmosfer pesta sepak bola dunia lebih dekat ke masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga.
Rangkaian Festival: Dari Labuan Bajo ke Manado
Festival Sepak Bola Rakyat sebelumnya dimulai di Labuan Bajo pada Desember 2025. Rangkaian berlanjut ke Palu pada April 2026, lalu singgah di Makassar. Ajang ini dijadwalkan mencapai puncaknya di Manado pada Juni mendatang sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.