MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan keberpihakannya pada ekonomi kerakyatan. Memanfaatkan momentum upacara wisuda mahasiswa pada Senin (16/2/2026), area kampus di depan Gedung FKIP disulap menjadi pusat kuliner melalui gelaran Bazar UMKM Gratis.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memeriahkan seremoni, melainkan sebagai upaya konkret universitas dalam memberikan akses pasar yang luas bagi para pelaku usaha kecil tanpa membebani mereka dengan biaya sewa lapak.
Bagi para pedagang, momen wisuda adalah "tambang emas" jangka pendek. Konsentrasi massa yang datang dari berbagai daerah menciptakan daya beli yang tinggi, memungkinkan para pelaku UMKM melakukan percepatan perputaran modal dalam hitungan jam.
“Bazar ini gratis. Ini adalah bentuk komitmen Unismuh Makassar untuk mendukung UMKM agar bisa berkembang dan mendapatkan ruang promosi yang layak,” tegas Try Gustaf Said, M.Pd, selaku Panitia Bazar Unismuh Makassar.
| Aspek Kegiatan | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Pelataran Gedung FKIP Unismuh Makassar |
| Biaya Peserta | Gratis (Rp0) |
| Kategori Produk | Kuliner Tradisional, Minuman Segar, & Camilan Kekinian |
| Target Pasar | Ribuan Wisudawan, Keluarga, dan Civitas Akademika |
| Dampak Utama | Peningkatan omzet harian & perluasan jejaring promosi |
Kehadiran bazar ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pedagang kecil yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup pada sektor kuliner.
Irdawati (Pedagang Baroncong): Meski persaingan kini semakin beragam, ia tetap setia menjajakan kue tradisional baroncong. Baginya, kerumunan pengunjung di kampus adalah peluang terbaik untuk menjaga eksistensi usahanya yang sudah dijalankan sejak lama.
Yanti (Pedagang Pentol Telur): Mengaku merasakan kenaikan omzet yang signifikan dibandingkan hari biasa. Dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa dan keluarga wisudawan, produk pentol telur-nya menjadi salah satu primadona yang paling banyak dicari.
Dengan menyediakan wadah promosi tanpa biaya pemasaran besar, Unismuh Makassar berhasil menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan (win-win solution). Kampus mendapatkan suasana yang semarak dan pelayanan konsumsi bagi pengunjung, sementara UMKM mendapatkan panggung untuk menaikkan kelas usaha mereka.
Pihak panitia memastikan akan terus mengawal kegiatan serupa agar tetap tepat sasaran dan benar-benar menyentuh para pedagang yang membutuhkan ruang untuk tumbuh.