MAKASSAR — Puluhan pemuda dari Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili resmi memulai pelatihan operator alat berat di Sorowako, Rabu (24/6). Mereka akan menjalani proses belajar mengajar intensif selama sebulan penuh di Palopo Skill Centre sebelum dinyatakan kompeten dan mendapatkan sertifikasi.
Modalitas Baru bagi Pencari Kerja di Kawasan Tambang
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menyebut program ini merupakan investasi jangka panjang perusahaan bagi masyarakat lokal. "Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi individu, komunitas, maupun daerah," kata Yusri dalam keterangannya.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya fokus pada penguasaan operasional alat berat, tetapi juga pemahaman mendalam soal standar keselamatan kerja industri. Pendekatan berbasis kompetensi ini dipilih agar para peserta benar-benar siap terserap di dunia kerja.
Dari Pelatihan ke Sertifikasi: Tahapan yang Harus Dilalui
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan dinyatakan kompeten, peserta akan mengikuti proses sertifikasi yang diterbitkan oleh BNSP. Sertifikat ini menjadi pengakuan resmi atas kemampuan teknis yang dimiliki, sekaligus syarat utama untuk bekerja di perusahaan pertambangan dan konstruksi.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi PT Vale melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Inisiatif ini juga sejalan dengan nilai perusahaan terkait tanggung jawab dalam penciptaan iklim industri dengan investasi pada pengembangan masyarakat lokal.
Cerita Peserta: "Ini Peluang Perluas Lapangan Kerja"
Salah seorang peserta pelatihan bidang excavator asal Wasuponda, Nur Fadilah, mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena melihat pentingnya memiliki kompetensi tambahan di luar bidang akademik yang telah ditempuh. "Saya tertarik mengikuti pelatihan operator alat berat karena dapat memperluas peluang kerja. Apalagi sebagai putri daerah dari Luwu Timur yang merupakan kawasan pertambangan," ujarnya.
Dengan kolaborasi antara perusahaan, lembaga pelatihan, dan masyarakat, diharapkan keberadaan pemuda lokal dapat berkontribusi strategis dalam pembangunan dan dunia industri di Luwu Timur. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Luwu Timur dan Sulawesi Selatan secara umum.