SULAWESI SELATAN — Andre Rosiade secara langsung membantah kabar yang menyebut dirinya mendapat instruksi khusus dari Budi Djiwandono. Tuduhan itu dinilainya sebagai upaya untuk menciptakan kegaduhan politik di tubuh partai berlambang kepala garuda tersebut.
Bantahan Langsung dari Wakil Ketua Fraksi
"Tidak ada perintah dari Pak Budi Djiwandono untuk mengawasi pergerakan Pak Wapres Gibran. Itu hoaks," ujar Andre dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, kemarin.
Pernyataan ini sekaligus mematahkan narasi yang beredar di sejumlah grup percakapan tertutup. Andre menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk merusak hubungan internal partai jelang agenda politik nasional ke depan.
Klarifikasi di Tengah Dinamika Politik Nasional
Bantahan ini muncul di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai isu perpecahan elit. Andre menekankan bahwa hubungan antara kader Gerindra dengan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan solid tanpa ada instruksi pengawasan dari internal partai.
Menurut Andre, seluruh kader Gerindra di DPR justru mendapat arahan untuk mendukung penuh program pemerintah. "Kami semua bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk saling mengawasi," tegasnya.
Politik Hoaks dan Dampaknya pada Kelembagaan
Fenomena penyebaran informasi palsu di lingkaran elite politik bukanlah hal baru. Namun, ketika menyangkut hubungan antara pimpinan partai dan wakil presiden, potensi kerugiannya dinilai lebih besar karena dapat mengganggu stabilitas koalisi.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia menilai bantahan terbuka seperti ini penting untuk memutus rantai disinformasi. "Jika tidak segera diluruskan, isu semacam ini bisa menggerogoti kepercayaan publik terhadap soliditas pemerintahan," katanya.
Andre pun mengimbau publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki sumber jelas. Ia meminta semua pihak untuk melakukan tabayun atau klarifikasi langsung ke fraksi jika menemukan informasi mencurigakan terkait Gerindra.
Langkah Ke Depan: Fokus pada Kerja, Bukan Isu
Wakil Ketua Komisi VI DPR ini memastikan bahwa partainya tidak akan terpengaruh oleh isu-isu negatif. Fokus kerja di DPR, menurutnya, tetap pada pengawasan kebijakan pemerintah dan penyerapan aspirasi rakyat.
"Kami tidak punya waktu untuk hal-hal seperti itu. Tugas kami di DPR sudah cukup berat untuk mengawal anggaran dan undang-undang," pungkas Andre.
Hingga berita ini diturunkan, Budi Djiwandono belum memberikan keterangan resmi terkait bantahan yang disampaikan oleh Andre Rosiade.