TANA TORAJA — Rapat koordinasi itu menyatukan enam kabupaten/kota yang selama ini menjadi cakupan pemantauan Indeks Harga Konsumen BPS Sulawesi Selatan. Kota Palopo mencatat inflasi tahunan terendah di zona ini, yakni 1,73 persen secara y-on-y, sementara angka provinsi berada di 2,86 persen.
Jufri menilai angka statistik hanya satu sisi dari persoalan. Inflasi menyangkut kemampuan keluarga membeli kebutuhan pokok, keberlangsungan usaha kecil, hingga ketahanan sosial wilayah.
"Pengendalian inflasi itu harus menjadi agenda strategis pembangunan daerah karena ini strategis, maka seluruh kepala daerah harus terlibat dengan seluruh jajarannya," ucap Jufri.
Sembilan Langkah Operasional yang Harus Diterjemahkan di Tiap Kabupaten
Dalam arahannya, Jufri meminta TPID provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat sejumlah langkah. Mulai dari mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara rutin, memantau harga di pasar bersama BPS dan Bulog, hingga melaksanakan Gerakan Pangan Murah tepat waktu, lokasi, dan sasaran.
Pemerintah daerah juga didorong membentuk Mini Distribution Centre sebagai kios pangan milik pemda untuk mendukung intervensi harga. Kebijakan subsidi harga diminta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Sembilan langkah operasional yang ditekankan Jufri meliputi:
- Pemetaan komoditas penyumbang inflasi di tiap daerah
- Memastikan pasokan dari sentra produksi
- Memperkuat kerja sama antardaerah
- Memperbaiki distribusi dan logistik
- Melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar secara tepat sasaran
- Membangun sistem peringatan dini inflasi
- Memperkuat cadangan dan stok pangan
- Melakukan inspeksi mendadak dan pengawasan harga
- Memperkuat komunikasi publik
"Kesembilan langkah tersebut harus dilaksanakan secara terukur dengan menetapkan OPD penanggung jawab, target, waktu pelaksanaan dan indikator keberhasilan," tegas Jufri.
Luwu Timur hingga Toraja Utara: Rantai Pasok yang Saling Melengkapi
Jufri menyoroti struktur ekonomi Zona V yang menurutnya saling menopang. Luwu Timur dan Luwu Utara berperan di sektor pangan dan perkebunan, Luwu dikenal sebagai sentra pangan dan hortikultura.
Toraja Utara dan Tana Toraja memasok hortikultura dataran tinggi serta kopi. Kota Palopo berperan sebagai simpul perdagangan dan distribusi regional.
"Tentu, melalui sinergi kolaborasi antar wilayah ini, penguatan rantai pasok dan kelancaran distribusi diharapkan mampu menekan biaya logistik, menjaga keterjangkauan harga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," kata Jufri.
Lima Arah Strategis dan Penekanan pada Sentra Produksi
Untuk memperkuat pengendalian inflasi, Jufri menyebut lima arah strategis sebagai kerangka bersama. Yakni menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi antarwilayah, menjaga keterjangkauan harga, memperkuat ekspektasi dan komunikasi publik, serta memperkuat tata kelola dan kapasitas TPID.
"Kelima strategi harus dijalankan secara bersamaan dan berbasis data," ungkapnya.
Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg menambahkan, pengendalian inflasi perlu dilihat dari kondisi riil masyarakat, bukan hanya angka statistik. Menurut dia, daya beli keluarga dan keberlangsungan usaha menjadi ukuran yang sama pentingnya.
"Yang paling penting adalah bagaimana sentra-sentra produksi kita di masing-masing kabupaten/kota baik pertanian, perkebunan, dan juga perikanan. Tentunya kita harus pastikan bahwa produksi di tempat ini betul-betul bisa memenuhi kebutuhan kita," ujar Zadrak.
Zadrak menilai penguatan produksi mesti diikuti pembenahan jalur distribusi agar pasokan bergerak efektif dari sentra produksi ke pasar. Intervensi pasar disebutnya bisa dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di tiap kabupaten/kota.
Usai rapat, rombongan meninjau UMKM pengolahan kopi di Tana Toraja untuk melihat langsung aktivitas produksi warga setempat.