Pencarian

Menpar Promosi Wisata Berlayar RI ke Investor di Forum Monako 2026

Rabu, 23 September 2026 • 11:37:31 WIB
Menpar Promosi Wisata Berlayar RI ke Investor di Forum Monako 2026
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan potensi wisata berlayar Indonesia di Forum Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous 2026.

SULAWESI SELATAN — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mempromosikan wisata berlayar menjelajahi kepulauan Indonesia kepada investor asing di ajang The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous, Monako, 20-21 September 2026. Sejumlah destinasi bahari seperti pantai merah muda Lombok, Raja Ampat, hingga Wakatobi ditawarkan sebagai paket pelayaran bernilai tinggi. Pasar yacht Indonesia pada 2025 tercatat USD 261,9 juta dengan target menembus USD 449,1 juta pada 2033.

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 17 juta sepanjang 2026. Angka itu naik dari realisasi 2025 yang menyentuh 15,4 juta kunjungan, dengan rata-rata pertumbuhan 14,8 persen per tahun pada periode 2023-2025. Sektor bahari dan pelayaran ditempatkan sebagai salah satu penggerak utama untuk mengejar target tersebut.

Destinasi Berlayar yang Ditawarkan ke Investor

Dalam paparannya, Widiyanti menyebut sejumlah kawasan yang cocok dijelajahi dengan kapal pesiar atau yacht. Beberapa di antaranya sudah punya nama besar di kalangan penyelam dunia, sebagian lain masih menyimpan potensi yang belum tergarap maksimal.

  • Pantai merah muda di Lombok, Nusa Tenggara Timur
  • Bali
  • Ujung Kulon
  • Kepulauan Seribu
  • Lombok
  • Labuan Bajo
  • Wakatobi
  • Ambon
  • Banda
  • Morotai
  • Raja Ampat

Alasan Indonesia Disebut Cocok untuk Wisata Berlayar

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan rumah bagi keanekaragaman hayati terkaya kedua. Posisinya di kawasan Coral Triangle membuat perairan nusantara menjadi tempat hidup 75 persen spesies karang dan endemik dunia.

Ada sekitar 700 titik penyelaman yang tersebar di seluruh pulau. Kombinasi ini yang membuat Indonesia dinilai punya daya tarik kuat bagi wisatawan yang gemar snorkeling dan menyelam, sekaligus bagi pemilik yacht yang mencari rute pelayaran baru.

Potensi Pasar Yacht dan Target Investasi

Pendapatan pasar yacht Indonesia pada 2025 tercatat USD 261,9 juta. Pemerintah menargetkan angka itu naik menjadi USD 449,1 juta pada 2033.

Widiyanti mengajak investor asing masuk, terutama untuk membangun infrastruktur penunjang wisata bahari. Kualitas marina, dermaga, dan fasilitas pendukung dinilai jadi kunci agar potensi pelayaran bisa dimonetisasi secara berkelanjutan.

Pesan Indonesia di Forum Marina Monako

Dalam forum yang digelar 20-21 September 2026 itu, Widiyanti menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

“Kami adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan rumah bagi keanekaragaman hayati terkaya kedua di dunia. Di seluruh penjuru kepulauan ini, kami diberkati dengan kekayaan budaya, warisan sejarah, dan keajaiban alam yang menjadikan Indonesia unik. Kami menawarkan beragam pengalaman wisata, termasuk wisata bahari dan kelautan yang senantiasa memukau," kata Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Di akhir paparannya, Widiyanti menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara Monaco Smart & Sustainable Marina Rendezvous ke-6. Ia juga menyapa Yang Mulia Pangeran Albert II dari Monako, CEO M3 Monaco José Marco Casellini, dan Wakil Menteri Transportasi Republik Arab Mesir Laksamana Muda Nehad Shahin Ali.

Bagi traveler yang tertarik mencoba wisata berlayar di Indonesia, rute seperti Labuan Bajo-Raja Ampat atau Wakatobi-Ambon bisa jadi titik awal. Informasi terkini soal operator, paket, dan regulasi pelayaran dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau Kementerian Pariwisata.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks