Pencarian

Masmindo Latih 42 Pelaku UMKM dari 21 Desa di Luwu, 10 Usaha Terpilih Dapat Modal

Minggu, 27 September 2026 • 14:02:01 WIB
Masmindo Latih 42 Pelaku UMKM dari 21 Desa di Luwu, 10 Usaha Terpilih Dapat Modal
Pelaku UMKM dari 21 desa di Kabupaten Luwu mengikuti pelatihan Resota UMKM 2026 yang digelar Masmindo.

LUWU — Program Resota UMKM 2026 menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di desa-desa sekitar tambang Masmindo. Peserta datang dari 21 desa yang tersebar di wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Nama "Resota" diambil dari bahasa lokal Luwu yang bermakna buah dari kerja keras dan keuletan. Pemilihan nama itu merepresentasikan harapan agar UMKM desa mampu mandiri dan membawa kesejahteraan bagi warga sekitar.

Pelatihan berlangsung lima hari, 22–26 September 2026. Materi disusun bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo.

Apa Saja yang Dilatih ke Pelaku Usaha Desa?

Peserta diarahkan memahami posisi dan tantangan usaha masing-masing. Materi mencakup pengurusan perizinan usaha hingga pencatatan keuangan sederhana.

Pelaku UMKM juga dilatih memanfaatkan kanal promosi digital agar jaringan pemasaran lebih luas. Rangkaian pelatihan ditutup dengan seleksi dan penetapan sepuluh UMKM terpilih.

Sepuluh usaha itu akan mendapat paket bantuan modal dari MDA serta pendampingan usaha dari UMP Palopo. Program ini merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat MDA, khususnya Pilar Jaga Masa Depan Desa.

Kegiatan berangkat dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa yang dihimpun lewat Forum Desa Matappa. Fordes MATAPPA akan dilibatkan dalam memantau perkembangan UMKM di masing-masing desa setelah pelatihan.

Masmindo Sebut Usaha dan Ikhtiar sebagai Prinsip Utama

Direktur Human Capital and Corporate Services MDA Muhammad Suhada mengajak peserta menjadikan usaha dan ikhtiar sebagai pegangan dalam mengembangkan UMKM di Luwu.

"Prinsip utamanya adalah usaha dan ikhtiar. Kita harus yakin bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik. Ini adalah tahap awal untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam berwirausaha. Dengan kolaborasi berbagai pihak, harapannya UMKM dapat terus berkembang dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu," ujar Suhada.

Semangat itu sejalan dengan nilai perusahaan MDA — measurable, accountable, teamwork, agility, persistent, dan passionate — yang dirangkum menjadi MATAPPA. Dalam bahasa setempat, kata itu bermakna yakin dan percaya.

Produk Binaan Masmindo Disebut Laku di Pasar

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Drs. Bustan, S.E., M.Si menyampaikan apresiasi atas dukungan MDA terhadap pengembangan UMKM di Luwu.

"Kami sangat berterima kasih kepada Masmindo dengan adanya kegiatan ini. Di beberapa kesempatan, kami membawa koperasi dan UMKM binaan MDA untuk mengikuti event pameran. Alhamdulillah, produk olahan UMKM tersebut laku di pasaran," kata Bustan.

Bustan berharap pelatihan semacam ini terus meningkatkan kualitas UMKM di Kabupaten Luwu, terutama di wilayah operasional MDA.

Pembukaan Resota UMKM dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Luwu Achmad Awwabin, Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palopo Dr. Antong, S.E., M.Si., CPIA., CTA., ACPA., serta perwakilan FEB Unhas.

Setelah pelatihan, MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu dan pemangku kepentingan lain akan mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha. Harapannya, UMKM semakin berperan menggerakkan perekonomian desa dan mendukung kemandirian ekonomi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Follow wartamakassar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harian.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks