Kementerian Sosial RI menunjuk Kota Makassar sebagai daerah percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di luar Pulau Jawa. Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly menyatakan program prioritas nasional itu memperluas pendataan dan akses pelayanan sosial bagi warga kurang mampu lewat penguatan peran RT dan RW. Puncak sosialisasi gerakan direncanakan di GOR Sudiang, Minggu (4/10), dengan target ribuan ketua RT dan RW se-Makassar.
MAKASSAR — Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly memimpin Rapat Teknis Pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Makassar, Kamis. Rapat itu dihadiri jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah, Kepala Dinas Sosial Makassar Andi Bukti Djufrie, Kepala Diskominfo Muh Roem, para camat, serta perwakilan Kemensos RI.
Pemkot Makassar menyatakan siap mengawal penuh arahan Menteri Sosial untuk menyukseskan agenda skala nasional tersebut. Penunjukan Makassar sebagai pilot project di luar Pulau Jawa bertumpu pada jumlah RT dan RW kota ini yang dinilai cukup banyak.
Makassar Dinilai Modal Besar di Luar Pulau Jawa
"Makassar menjadi modal besar di luar Pulau Jawa, karena memiliki jumlah RT dan RW yang cukup banyak. Oleh karena itu, Kota Makassar sangat tepat menjadi bagian dari percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini," ujar Andi Zulkifly.
Melalui sinergi Kemensos, Pemkot Makassar, dan ketua RT/RW sebagai agen lapangan, gerakan ini diarahkan mengoptimalkan verifikasi data kesejahteraan sosial agar tepat sasaran di seluruh wilayah kota.
Warga Belum Terdata Jadi Sasaran Utama Pendataan
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar Wiwit Widiansyah menjelaskan gerakan ini menyasar warga yang selama ini belum terjangkau program bantuan pemerintah.
"Gerakan ini bertujuan membuka akses ke masyarakat agar dapat menjangkau program pemerintah. Kita berharap seluruh masyarakat dapat saling peduli terhadap lingkungan sekitarnya," kata Wiwit.
"Banyak warga yang membutuhkan bantuan perumahan, kesehatan, dan bantuan sosial lainnya yang belum terserap, sehingga gerakan ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pendataan tersebut," tambahnya.
GOR Sudiang Jadi Lokasi Puncak, Ribuan RT dan RW Ditarget Hadir
Puncak peluncuran dan sosialisasi gerakan dijadwalkan Minggu (4/10) di GOR Sudiang. Panitia menargetkan kehadiran ribuan ketua RT dan RW se-Kota Makassar.
"Kegiatan ini rencananya dilaksanakan hari Minggu (4/10) di GOR Sudiang. Salah satu ukuran kesuksesannya adalah partisipasi aktif para ketua RT dan RW. Saya minta para camat mengawal langsung untuk menghadirkan seluruh RT dan RW tanpa terkecuali," ujar Andi Zulkifly.
Pembagian Peran Dinas untuk Antisipasi Kepadatan Peserta
Satpol PP dan Dinas Perhubungan diminta menyusun skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas. Langkah itu untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di kawasan GOR Sudiang.
Dinas Kesehatan disiagakan menyediakan tim medis dan posko kesehatan di lokasi. Bagian Umum dan Bagian Protokol memastikan kesiapan panggung utama, sistem tata suara, hingga alur pendistribusian konsumsi per kelurahan.
Diskominfo Makassar diminta mengoptimalkan publikasi media dan siaran langsung agar gaung kegiatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.