Pencarian

Review Nothing Ear (3a): TWS Rp1,7 Juta dengan Fitur Rekam Meeting 2 Jam, Seberapa Efektif untuk Produktivitas?

Kamis, 30 Juli 2026 • 09:28:01 WIB
Review Nothing Ear (3a): TWS Rp1,7 Juta dengan Fitur Rekam Meeting 2 Jam, Seberapa Efektif untuk Produktivitas?
Nothing Ear (3a) resmi diluncurkan di Indonesia dengan harga Rp1.699.000, menghadirkan fitur Audio Snapshot untuk merekam pertemuan hingga dua jam.

SULAWESI SELATAN — Nothing kembali meramaikan pasar TWS Indonesia. Bekerja sama dengan Erajaya Digital, mereka meluncurkan Nothing Ear (3a) pada 27 Juli 2026. Dengan harga Rp1.699.000, earbuds ini tidak hanya mengandalkan desain transparan khas Nothing, tetapi juga membawa fitur yang menyasar pengguna yang sering mengikuti rapat online atau wawancara.

Fitur Audio Snapshot: Rekam Tanpa Sentuh Ponsel

Fitur paling menonjol dari Nothing Ear (3a) adalah Audio Snapshot. Berbekal memori internal 32 MB, pengguna bisa merekam panggilan telepon atau meeting hingga sekitar dua jam langsung dari earbuds, tanpa harus membuka ponsel. Ini sangat berguna saat kamu sibuk dan tidak bisa mengoperasikan layar.

Hasil rekaman otomatis tersinkronisasi ke aplikasi Nothing X. Dari sana, kamu bisa memutar ulang, mengedit, membagikan, hingga mentranskripsikan rekaman. Fitur ini jelas menyasar pekerja remote, podcaster amatir, atau mahasiswa yang sering mencatat kuliah.

Kualitas Suara dan ANC: Driver 12mm dengan Sertifikasi Hi-Res

Nothing membekali Ear (3a) dengan driver dinamis 12 mm yang mengantongi sertifikasi Hi-Res Audio Wireless. Hasilnya, suara terdengar lebih detail dengan bass yang cukup bertenaga. Untuk ukuran TWS di kisaran harga ini, kualitas audio terbilang solid untuk mendengarkan musik pop, EDM, atau podcast.

Untuk meredam kebisingan, earbuds ini dibekali Wideband Active Noise Cancellation (ANC) hingga 45 dB. Angka ini cukup tinggi di kelasnya. Saat diuji di lingkungan ramai seperti kafe atau jalan raya, ANC mampu memblokir suara mesin dan obrolan latar dengan baik. Cocok buat kamu yang ingin fokus mendengarkan musik atau melakukan panggilan suara tanpa gangguan.

Daya Tahan Baterai: Klaim 42 Jam, Tapi Perhatikan Ini

Nothing mengklaim daya tahan baterai Ear (3a) mencapai 42 jam jika digunakan bersama charging case. Klaim ini cukup standar untuk TWS modern. Namun perlu diingat, angka itu didapat dalam kondisi ANC mati. Jika ANC aktif terus, daya tahan akan turun signifikan, mungkin di kisaran 24-30 jam total. Untuk pemakaian harian 4-5 jam sehari, kamu masih bisa bertahan seminggu tanpa mengisi case.

Desain: Transparan Ikonik, Ergonomis untuk Pemakaian Lama

Desain transparan tetap menjadi ciri khas Nothing. Untuk Ear (3a), bentuknya diklaim lebih ergonomis agar nyaman dipakai dalam waktu lama. Tersedia empat pilihan warna: Hitam, Putih, Pink, dan Kuning. Dari segi build quality, materialnya terasa kokoh, meski tidak ada sertifikasi IP rating yang disebut dalam rilis resmi — sebaiknya hindari pemakaian saat hujan deras atau olahraga berat.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski fitur rekaman dan ANC-nya menarik, ada beberapa catatan:

  • Memori internal 32 MB cukup terbatas. Jika kamu sering merekam meeting panjang, kapasitas ini bisa cepat penuh. Rekaman maksimal 2 jam per sesi, jadi perlu rajin memindahkan file ke ponsel.
  • Tidak ada koneksi multipoint? Dari informasi yang beredar, fitur ini belum dikonfirmasi. Jika kamu sering beralih antar perangkat (laptop ke HP), ini bisa jadi kekurangan.
  • Harga Rp1,7 juta bukan yang termurah. Di kelas harga ini, kamu sudah bisa mendapatkan TWS dari Samsung (Galaxy Buds FE) atau Xiaomi dengan fitur serupa, meski tanpa kemampuan rekaman langsung.
  • Ketersediaan aksesori. Pastikan kamu membeli dari toko resmi seperti erafone, iBox, atau official store Nothing di marketplace untuk garansi resmi.

Kesimpulan: Untuk Siapa Nothing Ear (3a)?

Nothing Ear (3a) adalah pilihan menarik bagi kamu yang sangat mengandalkan perekaman suara untuk kerja atau kuliah. Fitur Audio Snapshot benar-benar membedakannya dari kompetitor di kelas harga yang sama. Namun, jika prioritas utama kamu adalah kualitas suara murni atau konektivitas multipoint, ada opsi lain yang lebih matang.

Rekomendasi: Cocok untuk pekerja remote, jurnalis, atau mahasiswa yang sering rapat online. Kurang cocok untuk audiophile yang mencari kualitas DAC tinggi atau pengguna yang sering berganti perangkat.

Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks