Pencarian

15 Daerah dengan UMR Terendah di Indonesia 2026

Senin, 13 Juli 2026 • 12:38:02 WIB
15 Daerah dengan UMR Terendah di Indonesia 2026
Illustrasi umr terendah di Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - UMR terendah di Indonesia bisa jadi acuan cepat untuk melihat seberapa kecil upah minimum di berbagai provinsi pada tahun 2026.

Data ini membantu memahami kondisi gaji pekerja di masing-masing wilayah, terutama yang masih berada di angka paling rendah.

Kalau penasaran provinsi mana saja yang menawarkan gaji minimum paling minim, informasi berikut bisa memberikan gambaran singkat dan jelas tentang situasi tersebut.

Dengan demikian, daftar ini tetap menjadi referensi penting bagi siapa pun yang ingin tahu mengenai standar upah regional, sekaligus melihat perbedaan antara provinsi satu dengan yang lain.

Beberapa daerah memang memiliki angka yang jauh di bawah rata-rata nasional, sehingga memahami UMR terendah di Indonesia membantu menilai disparitas upah antarprovinsi dan memberikan perspektif terkait tantangan ekonomi pekerja di wilayah tersebut.

Apa itu UMR?

Sebelumnya, penting untuk memahami bahwa istilah Upah Minimum Regional (UMR) kini sudah tidak digunakan lagi secara resmi.

Sebagai penggantinya, digunakan dua kategori baru, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Dulu, UMR menjadi acuan standar gaji paling rendah di setiap daerah. Kini, pengaturan gaji minimum dibuat lebih spesifik sesuai wilayahnya.

UMP ditetapkan oleh gubernur untuk seluruh provinsi, sementara UMK diatur oleh bupati atau wali kota di masing-masing kabupaten atau kota.

Perbedaan ini muncul karena setiap wilayah memiliki kondisi ekonomi dan biaya hidup yang berbeda-beda.

Misalnya, upah minimum di Jakarta atau Bekasi biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah di Jawa Tengah atau Nusa Tenggara Timur.

Jika kamu ingin mengetahui nominalnya dan wilayah mana saja yang masih memiliki gaji minimum relatif rendah, informasi lengkapnya bisa dilihat lebih lanjut.

Apa Beda UMR dengan UMK?

Berbeda dengan UMR, UMK merupakan batas gaji paling rendah yang berlaku di masing-masing kabupaten atau kota, menurut Hukum Online.

Penentuan nominal biasanya diajukan oleh bupati atau wali kota, kemudian disahkan oleh gubernur.

UMK hanya bisa ditetapkan jika hasil perhitungannya lebih tinggi dibandingkan UMP (Upah Minimum Provinsi).

Ketentuan mengenai penetapan upah minimum ini berlaku untuk beberapa kondisi, antara lain:

  • Provinsi atau kabupaten/kota yang sudah memiliki standar upah minimum,
  • Daerah yang sebelumnya belum memiliki ketentuan upah minimum,
  • Wilayah baru hasil pemekaran yang membutuhkan aturan upah tersendiri.

Dasar Hukum UMR (Sekarang UMP/UMK)

Menurut Mekari Talenta, penetapan upah minimum di Indonesia memiliki dasar hukum yang jelas untuk melindungi hak pekerja sekaligus menjadi pedoman bagi pengusaha dalam menentukan gaji yang layak.

Beberapa regulasi utama yang mengatur hal ini antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
UU ini menjadi landasan utama perlindungan tenaga kerja, termasuk ketentuan mengenai upah minimum.

  • Pasal 88 menyatakan bahwa pemerintah wajib menetapkan kebijakan upah yang layak.
  • Pasal 89 menjelaskan bahwa upah minimum dapat ditetapkan di tingkat provinsi (UMP) maupun kabupaten/kota (UMK), dengan mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL), inflasi, dan kemampuan perusahaan.

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
UU ini merevisi sebagian ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan.

  • Menyederhanakan cara perhitungan upah minimum dengan memasukkan faktor pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
  • Memberikan fleksibilitas bagi perusahaan kecil dalam menentukan upah, meski hal ini memunculkan perbedaan pendapat.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
Peraturan ini menjelaskan secara teknis bagaimana UMP dan UMK ditetapkan.

  • Penetapan upah minimum didasarkan pada KHL, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
  • Dewan Pengupahan daerah memberikan rekomendasi kepada gubernur, yang kemudian menetapkan besaran UMP atau UMK.

Tujuan dari semua regulasi tersebut adalah menciptakan sistem upah yang adil: memastikan pekerja menerima gaji yang memadai, sekaligus tetap realistis dan dapat dijalankan oleh perusahaan.

Daftar 15 UMR Terendah di Indonesia

Berikut data UMP/UMR terbaru tahun 2026:

Provinsi

UMR/UMP 2026

UMR/UMP 2025

UMR/UMP 2024

Jawa Tengah

Rp 2.327.386

Rp 2.169.349

Rp 2.036.947

Jawa Barat

Rp 2.317.601

Rp 2.191.232

Rp 2.057.495

D.I. Yogyakarta

Rp 2.417.495

Rp 2.264.080

Rp 2.125.897

Jawa Timur

Rp 2.446.880

Rp 2.305.985

Rp 2.165.244

Nusa Tenggara Timur

Rp 2.455.898

Rp 2.328.969

Rp 2.186.826

Nusa Tenggara Barat

Rp 2.673.861

Rp 2.602.931

Rp 2.444.067

Bengkulu

Rp 2.827.250

Rp 2.670.039

Rp 2.507.079

Kalimantan Barat

Rp 3.054.552

Rp 2.878.286

Rp 2.702.616

Lampung

Rp 3.047.734

Rp 2.893.070

Rp 2.716.497

Sulawesi Tengah

Rp 3.179.565

Rp 2.915.000

Rp 2.736.698

Banten

Rp 3.100.881

Rp 2.905.119

Rp 2.727.812

Sumatera Utara

Rp 3.228.701

Rp 2.992.559

Rp 2.809.915

Sumatera Barat

Rp 3.214.846

Rp 2.994.193

Rp 2.811.449

Sulawesi Tenggara

Rp 3.306.496

Rp 3.073.551

Rp 2.855.964

Sulawesi Barat

Rp 3.315.935

Rp 3.104.430

Rp 2.914.958

Semua angka UMP 2026 di atas telah diumumkan oleh masing-masing pemerintah provinsi berdasarkan Surat Keputusan gubernur dan berlaku mulai 1 Januari 2026.

Perhitungan ini mengacu pada aturan baru dalam PP tentang Pengupahan yang mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan hidup layak di setiap wilayah.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan upah minimum di sebagian besar provinsi, disparitas antarwilayah tetap ada, khususnya antara provinsi di Pulau Jawa dengan wilayah lain.

5 Cara Menyimpan Dana Darurat dengan Gaji Minimum

1. Tetapkan Sasaran yang Masuk Akal
Mulailah dari jumlah yang kecil, misalnya cukup untuk menutupi kebutuhan satu bulan. Target ideal biasanya 3–6 bulan, tapi yang paling penting adalah mulai menabung terlebih dahulu.

2. Buat Rekening Khusus Dana Darurat
Pisahkan dana darurat dari rekening utama agar tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Rekening digital bisa menjadi pilihan praktis karena biasanya bebas biaya administrasi.

3. Sisihkan Dana Segera Saat Gajian
Daripada menunggu sisa gaji, alokasikan 5–10% dari pendapatan langsung ke dana darurat begitu menerima gaji. Cara ini membuat tabungan lebih konsisten.

4. Gunakan Sistem Anggaran 50/30/20

  • 50% untuk kebutuhan pokok
  • 30% untuk keinginan atau hiburan
  • 20% untuk tabungan dan dana darurat

Jika pendapatan terbatas, sisihkan minimal 5–10% dulu agar kebiasaan menabung tetap berjalan.

5. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Cek pengeluaran rutin seperti langganan hiburan, jajan harian, atau belanja spontan. Dana yang biasanya habis di hal-hal tersebut bisa dialihkan ke simpanan darurat.

Sebagai penutup, mengetahui umr terendah di Indonesia bisa menjadi acuan penting untuk merencanakan keuangan pribadi dan menetapkan prioritas pengeluaran.

Dengan informasi ini, pekerja dapat lebih bijak dalam mengelola gaji, menabung, dan merancang strategi finansial agar tetap aman meski penghasilan terbatas.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks