MAKASSAR — Prakiraan yang diterbitkan Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada 1 November 2026 pukul 06.30 WITA mencatat potensi hujan ringan pada siang hingga sore di Barru, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Takalar, dan Tana Toraja. Kondisi cerah berawan diprakirakan bertahan sejak pagi di sebagian besar wilayah Sulsel.
Memasuki malam, langit diprakirakan berawan. Hujan ringan masih berpeluang terjadi di sebagian Luwu Timur dan Pinrang.
Pada dini hari, potensi hujan ringan meluas ke Bone, Bulukumba, Luwu Utara, Luwu Timur, Sidrap, Sinjai, dan Wajo.
BBMKG Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Bantaeng, Bulukumba, Luwu Utara, Toraja Utara, Luwu, Sidrap, Pinrang, Takalar, Gowa, dan Jeneponto. Warga di wilayah tersebut diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Peringatan serupa berlaku untuk potensi udara panas di Gowa, Makassar, Maros, Barru, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Jeneponto.
Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–30 kilometer per jam. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat pada rentang 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik atau kategori sedang.
Masyarakat diimbau memeriksa kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan, mewaspadai angin kencang, dan menjaga kondisi tubuh saat cuaca terasa panas.
Catatan BMKG Sulawesi Selatan pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan kualitas udara Kota Makassar memburuk. Konsentrasi PM2.5 pada pagi hari mencapai 158,7 µg/m3, naik dari 127,7 µg/m3 sejak dini hari.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan kondisi tersebut.
"Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat," ucapnya, Rabu (14/10/2026).
Angka 158,7 µg/m3 menempatkan udara Makassar pada kategori sangat tidak sehat, jauh di atas ambang batas harian PM2.5 yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 15 µg/m3.