MAKASSAR — Selain pameran UMKM, hari kedua jambore diisi lomba cerdas cermat yang melibatkan ketua TP PKK dari seluruh kecamatan bersama dua anggota masing-masing. Para peserta diuji pemahaman soal tugas, fungsi, dan pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.
Materi pertanyaan disampaikan Sekretaris TP PKK Kota Makassar bersama Ketua Pokja I hingga Pokja IV. Kemeriahan acara turut diwarnai penampilan paduan suara pengurus TP PKK Kota Makassar.
Salah satu agenda yang menyedot perhatian ialah dialog interaktif bertema PAAREDI CEPAK, singkatan dari Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital, Cegah Perkawinan Anak. Diskusi menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar drg. Ita Anwar serta psikolog Heni Gerda Pesau.
Dialog dipandu Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar Syahriati Syahnum. Pembahasan menyoroti peran keluarga dan masyarakat dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi, sekaligus upaya mencegah perkawinan anak.
Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Munafri menegaskan jambore dan pameran UMKM dirancang sebagai sarana peningkatan kapasitas kader, bukan hanya kompetisi. Menurut dia, kader perlu membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru untuk diterapkan di wilayah masing-masing.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin kader PKK tidak hanya aktif dalam perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing," ujar Melinda.
Melinda berharap momentum HKG PKK ke-54 memperkuat kolaborasi antarkader dalam mendukung pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran podcast TP PKK Kota Makassar menjadi agenda baru dalam rangkaian HKG ke-54. Program ini masuk dalam kerja Pokja II dan menjadi kanal tambahan bagi PKK untuk menjangkau warga di luar forum tatap muka.
Rangkaian hari kedua juga mencakup lomba membatik dan pameran UMKM yang menampilkan produk kader binaan. Kegiatan berlangsung di Atrium Trans Studio Makassar sejak pagi hingga sore.