SULAWESI SELATAN — Xu Yiyang akhirnya buka suara soal tuduhan memakai jasa ibu pengganti untuk anak pertamanya bersama Tao eks EXO. Lewat siaran langsung pada Jumat (16/10/2026), ia menegaskan melahirkan sendiri melalui operasi caesar dan membeberkan alasan baru memperkenalkan sang anak setelah berusia dua tahun.
Xu Yiyang menegaskan bahwa kelahiran putranya bersama Tao eks EXO berlangsung lewat operasi caesar, bukan melalui jasa ibu pengganti. Bantahan itu ia sampaikan langsung dalam siaran langsung yang digelar Jumat (16/10/2026), sehari setelah foto keluarga kecil mereka muncul di Weibo.
Pasangan yang menikah pada Desember 2024 itu memang baru pertama kali memperlihatkan wajah anak lelaki mereka. Foto kebersamaan di sebuah pantai pada Kamis (15/10/2026) langsung memicu spekulasi warganet tentang proses persalinan Xu Yiyang.
Sejumlah netizen menduga Xu Yiyang hamil sebelum pernikahan resmi terdaftar. Dugaan bergeser ke tuduhan pemakaian jasa ibu pengganti karena anak mereka baru diperkenalkan ke publik setelah berusia lebih dari dua tahun.
Xu Yiyang menjawab tuduhan itu dengan menjelaskan kondisi fisiknya pasca persalinan. Ia menyebut bekas luka operasi caesar berada di area yang tidak terlihat, bahkan saat mengenakan bikini.
"Anakku lahir melalui operasi caesar dan bekas lukanya berada di tempat yang tidak terlihat bahkan saat memakai bikini," ujar Xu Yiyang, seperti dilansir dari The Chosun Daily.
Kesehatan dan kondisi emosional Xu Yiyang menjadi alasan utama ia menunda memperkenalkan sang anak. Setelah melahirkan, kondisi psikisnya tidak stabil sehingga ia memilih menahan diri dari sorotan publik.
Opini negatif warganet juga ikut dipertimbangkan. Kini keadaan sudah membaik, dan putranya hampir memasuki usia sekolah. Xu Yiyang merasa perlu memperkenalkan anaknya agar aktivitas di luar rumah lebih mudah dijalani.
"Dia sudah berusia lebih dari dua tahun tapi tumbuh dengan cepat, karena itulah posturnya tinggi," jelasnya dalam siaran langsung tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Xu Yiyang membantah desas-desus memiliki dua anak. Ia juga menepis rumor bahwa anak pertamanya lahir di Amerika Serikat pada 2024.
Xu Yiyang menegaskan status kewarganegaraan keluarganya. Menurutnya, ia dan Tao adalah orang Tiongkok, begitu pula anak mereka, yang akan tinggal dan menempuh pendidikan di Tiongkok.
"Kami adalah orang Tiongkok dan anak kami juga berkewarganegaraan Tiongkok. Dia akan tinggal dan menerima pendidikan di Tiongkok," pungkas Xu Yiyang.
Kasus Xu Yiyang menunjukkan bagaimana keputusan menyembunyikan wajah anak bisa berbalik menjadi spekulasi liar. Padahal, banyak orang tua memilih menunda eksposur demi kesehatan mental ibu dan kenyamanan anak.
Bagi ibu yang sedang memulihkan diri pasca persalinan, tekanan untuk segera tampil di depan publik bisa terasa berat. Memilih waktu sendiri untuk berbagi cerita adalah hak setiap orang tua, termasuk soal kapan anak diperkenalkan ke lingkungan luas.
Xu Yiyang membuktikan bahwa menjawab rumor dengan fakta lebih efektif daripada diam. Kini ia dan Tao bisa menjalani hari bersama sang putra tanpa bayang-bayang tuduhan yang tak berdasar.