SULAWESI SELATAN — Ledakan keras mengguncang kawasan ruko Pakuwon City San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi, merusak 41 bangunan dan 16 kendaraan. Polisi menduga ledakan berasal dari kebocoran gas LPG 50 kg di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi, yang dipicu saat seorang koki sedang memasak.
Paragraf pembuka: Peristiwa itu berlangsung dalam hitungan detik. Koki yang berada di dalam rumah makan sempat mencium aroma gas sebelum dentuman keras mengguncang kawasan pertokoan tersebut. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyatakan dugaan awal diperoleh dari keterangan saksi di lokasi kejadian.
Luthfie menjelaskan, saat kejadian koki tersebut sedang melakukan aktivitas memasak seperti biasa. Namun sebelum ledakan terjadi, ia menyadari adanya bau gas di dalam ruangan.
"Awalnya saat koki sedang memasak memang mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi ledakan," kata Luthfie, Selasa (6/10/2026).
Ledakan yang diduga berasal dari Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi itu langsung mengguncang seluruh area pertokoan San Antonio. Warga sekitar yang mendengar dentuman sempat mengira terjadi gempa karena getaran terasa hingga ke bangunan di sekitarnya.
Setelah ledakan, aparat kepolisian langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi untuk memastikan sumber kejadian. Tim Penjinak Bom (Jibom) diterjunkan guna memastikan ledakan murni berasal dari kebocoran gas, bukan dari bahan peledak.
Dugaan sementara polisi mengarah pada kebocoran tabung gas LPG berukuran 50 kg yang digunakan di dapur rumah makan. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Dampak ledakan cukup luas. Sebanyak 41 bangunan di kawasan ruko mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari kaca pecah hingga struktur yang retak. Selain itu, 16 kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi turut rusak akibat terjangan gelombang ledakan.
Kawasan Pakuwon City San Antonio sendiri merupakan area pertokoan yang ramai aktivitas jual beli, terutama pada pagi hari. Ledakan yang terjadi saat jam operasional membuat kerugian material cukup signifikan bagi para pemilik usaha di lokasi.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan penghuni ruko untuk melengkapi hasil penyelidikan.
Penutup: Insiden ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha kuliner akan pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas, terutama tabung berkapasitas besar seperti LPG 50 kg yang lazim dipakai rumah makan. Polisi dijadwalkan merilis hasil penyelidikan lanjutan setelah seluruh proses olah tempat kejadian perkara selesai.