Wagub Sulsel Fatmawati Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar, 1,5 Juta Merchant QRIS Jadi Sorotan

Penulis: Oman Sudirman  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:05:01 WIB
Wagub Sulsel Fatmawati membuka FIN Expo BIK 2026 di Makassar.

MAKASSAR — Pameran jasa keuangan bertema "Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" itu digelar sebagai ruang edukasi, konsultasi, sekaligus pameran produk bagi warga. Fatmawati menilai inklusi keuangan berperan vital mendorong ekonomi kerakyatan lewat akses permodalan yang mudah dan aman bagi pelaku UMKM.

"Inklusi keuangan menjadi peran yang sangat vital dalam mendorong akselerasi ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman, khususnya bagi para pelaku UMKM kita. Lewat FIN Expo ini, kita berharap gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat bisa makin diperkecil," ujar Fatmawati.

Kesenjangan 33 Poin Antara Inklusi dan Literasi

Berdasarkan data OJK yang disampaikan dalam acara tersebut, tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 94 persen. Sementara tingkat literasi keuangan baru berada di angka 61 persen.

Selisih sekitar 33 poin persentase itu menjadi perhatian utama Wagub. Menurutnya, masyarakat belum cukup hanya punya akses ke layanan keuangan, tetapi juga perlu memahami manfaat, risiko, biaya, serta ketentuan produk yang digunakan.

"Ini mungkin yang harus kita highlight bersama, bahwa belum paham, belum tahu soal literasi keuangan. Padahal sebenarnya teman-teman dari perbankan ataupun yang memberi akses permodalan ini lebih harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kita agar masyarakat kita melek literasi keuangan," ujarnya.

198 Kegiatan Literasi Jangkau 2,2 Juta Peserta

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyebut FIN Expo BIK 2026 menjadi bagian upaya mempersempit kesenjangan inklusi dan literasi. Sepanjang 2026 hingga triwulan II, TPAKD Sulawesi Selatan telah menjalankan 198 kegiatan literasi keuangan dengan jangkauan 2.204.391 peserta.

Sasaran kegiatan itu mencakup pelajar, mahasiswa, ASN, kelompok perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas, hingga masyarakat pedesaan. Perluasan akses pembiayaan juga terus berjalan lewat sejumlah program.

  • Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan 34.084 debitur.
  • Klasterisasi UMKM periode 2022–2025 membentuk 1.611 klaster, dengan 22.275 debitur dan plafon kredit Rp644,46 miliar.
  • Merchant QRIS di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 1,5 juta merchant.
  • Program KEJAR atau One Student One Account (OSOA) mencapai 2.187.810 rekening dengan nominal tabungan Rp412,38 miliar.

Wagub Minta Industri Jasa Keuangan Jangkau Pelosok

Fatmawati juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati memilih produk dan layanan keuangan. Ia meminta warga memastikan produk yang digunakan telah legal agar tidak terjebak layanan ilegal yang berpotensi merugikan.

"Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita sengsara," kata Fatmawati.

Kepada pelaku industri jasa keuangan, Wagub mendorong perluasan jangkauan layanan hingga ke pelosok. Ia berharap hadir inovasi produk yang inklusif dan ramah masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

"Dan kepada para pelaku industri jasa keuangan, mari terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok serta menghadirkan inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta berkelanjutan di Sulawesi Selatan," katanya.

FIN Expo BIK 2026 berlangsung 2–4 Oktober 2026 dan menargetkan 25.000 pengunjung. Selain pameran produk, warga bisa mengikuti edukasi, informasi, dan konsultasi seputar manfaat serta risiko produk keuangan.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: mediata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top