MAKASSAR — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Makassar memilih menahan agenda peluncuran kontingen Porprov Sulsel daripada memaksakan seremoni tanpa kepastian data. Permohonan penundaan disampaikan ke pengurus provinsi setelah verifikasi di tingkat daerah belum tuntas.
Ketua Bidang Pengolahan Data KONI Makassar yang juga menjabat Ketua Panitia Launching Kontingen, Syahrir Torang, menyebut keputusan itu diambil untuk menjaga keakuratan data atlet maupun panitia yang akan diberangkatkan.
Penghambat utama adalah masa sanggah yang masih berlangsung di KONI Provinsi Sulawesi Selatan. Mekanisme itu membuat kuota dan nama atlet dari Kota Makassar belum final.
Jumlah kontingen berpotensi berkurang atau bertambah, tergantung hasil evaluasi atas keberatan dan perbaikan berkas administrasi yang diajukan kabupaten dan kota peserta Porprov Sulsel.
"Saya itu kemarin istilahnya bermohon untuk ditunda, karena belum adanya finalisasi mengenai jumlah tim kontingen Kota Makassar dari KONI Provinsi. Masih ada masa sanggah, jadi bisa saja berkurang, bisa saja bertambah," ujar Syahrir Torang, Senin 28 September 2026.
KONI Makassar menilai peluncuran kontingen tanpa data valid berisiko memicu ketidakpastian di kalangan atlet dan pengurus cabang olahraga. Validasi dokumen diselesaikan lebih dulu agar tidak ada kekeliruan data yang merugikan atlet saat bertanding.
Meski jadwal seremoni mundur, program latihan mandiri dan pemusatan latihan di masing-masing cabang olahraga tetap berjalan optimal. Pengurus memantau kesiapan fisik dan mental atlet agar performa mereka terjaga menjelang pembukaan Porprov.
Manajemen KONI Makassar menargetkan penyelarasan data bersama KONI Provinsi Sulsel rampung dalam waktu dekat. Setelah penetapan kuota resmi keluar, dokumen administrasi dan persiapan teknis segera dirampungkan.
Jadwal terbaru peluncuran kontingen atlet akan diumumkan secara resmi kepada publik dan media begitu seluruh tahapan validasi selesai.